
Jalur penyeberangan (zebra cross) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, yang digambar ulang oleh warga sebagai marka jalan, Senin (30/3/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
JawaPos.com - Warga menggambar ulang jalur penyeberangan (zebra cross) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, setelah laporan hilangnya fasilitas tersebut tidak mendapat respons pada aplikasi JAKI selama lebih dari satu tahun.
"Warga sudah lapor lewat JAKI dan ke kecamatan sejak setahun lalu, tapi didiamkan. Giliran warga bertindak dan viral, baru bicara soal aturan. Jangan 'sadar diri' karena viral saja," kata relawan Rafli Zulkarnaen atau Ijoel saat dihubungi di Jakarta, Senin (30/3).
Dia mengatakan awalnya, di kawasan dekat GPIB Bukit Moria Tebet itu tengah dilakukan pengaspalan sebagai upaya perbaikan jalan pada 2025.
Baca Juga:Ramalan Zodiak Pada 31 Maret 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Mulai Dari Karier Hingga Asmara
Setelah pengaspalan itu rampung, diharapkan zebra cross akan dibuat kembali sebagai marka jalan, terlebih mengingat lokasi itu dekat dengan halte Transjakarta, gereja, sekolah serta kantor Kecamatan Tebet.
Akan tetapi, marka jalan itu tidak kunjung dibuat, sehingga warga menyampaikan keluhan mereka melalui berbagai jalur resmi, termasuk JAKI, sejak 2025, namun tidak ada respons maupun tindak lanjut sama sekali.
"Pengaspalan cuma di sisi depan gereja saja, dan setelah itu, marka jalan atau zebra cross-nya hilang sama sekali, nggak dipasang lagi sampai setahun lebih," ujar Ijoel.
Dia menilai ketiadaan zebra cross itu menimbulkan pertanyaan terkait kelanjutan penataan fasilitas jalan setelah perbaikan fisik selesai dilakukan.
Menurut dia, keberadaan zebra cross itu merupakan bagian penting dari keselamatan pengguna jalan, khususnya pejalan kaki di kawasan yang memiliki aktivitas tinggi.
Ijoel memandang perbaikan infrastruktur jalan seharusnya diikuti dengan pemulihan fasilitas pendukung secara menyeluruh agar fungsi jalan tetap optimal dan aman bagi seluruh penggunanya.
"Kami sebagai warga nggak mau tahu itu urusan dinas mana, yang penting fasilitas yang kami butuhkan ada dan aman. Apalagi di situ blind spot pas belokan, bahaya banget kalau nggak ada penanda untuk pejalan kaki," ucap Ijoel.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
