
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian korban hilang di lokasi longsor gunung sampah di TPA Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. (Kantor SAR Jakarta)
JawaPos.com - Musibah longsor di TPA Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat (Jabar) pada Minggu siang (8/3) menyebabkan sejumlah korban tertimbun. Meski ada yang selamat, namun sampai hari ini (9/3) Tim SAR Gabungan sudah menemukan dan mengevakuasi 4 korban meninggal dunia. Selain itu, terdata masih ada 5 korban hilang.
Berdasar informasi yang diperoleh dari Kantor SAR Jakarta dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) longsor terjadi di Zona 4 TPA Bantargebang. Longsoran gunung sampah itu menimbun beberapa truk dan warung yang berdiri di sekitar zona tersebut. Pasca longsor, Tim SAR Gabungan langsung bekerja untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban.
”Jumlah korban masih terus dalam pendataan berdasarkan keterangan saksi dan pihak keluarga yang kehilangan anggotanya,” kata Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari kepada awak media.
Berdasar data, korban meninggal dunia masing-masing bernama Enda Widayanti (pemilik warung), Sumine (pemilik warung), Dedi Sutrisno (sopir), dan Irwan Supriatin (sopir). Sementara korban hilang terdiri atas Riki, Hardianto, Ato, Dofir, dan Mr X. Khusus korban selamat, Tim SAR Gabungan mencatat ada empat orang yang bernama Budiman, Johan, Safifudin, dan Slamet.
Baca Juga:Berakhir Damai, Pemilik Restoran Bibi Kelinci dan Gitaris Gitaris Zendhy Kusuma Cabut Laporan Polisi
”Upaya yang dilakukan, personel SAR Gabungan melakukan pembukaan akses dengan menggunakan alat berat seperti beko dan pengerahan K9 untuk mencari tanda-tanda adanya korban,” terang dia.
Secara keseluruhan Tim SAR Gabungan itu terdiri atas personel Kantor SAR Jakarta, Polres Metro Bekasi Kota, Batalyon Armed 7 TNI AD, BPBD, BNPB, PMI, dan instansi terkait lainnya. Total tidak kurang dari 336 personel terlibat dalam operasi SAR tersebut.
Atas musibah itu, BNPB menekankan pentingnya keamanan dalam proses pencarian, mengingat prakiraan cuaca dalam dua hari ke depan menunjukkan potensi hujan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
”Stabilitas material longsor yang masih labil berisiko memicu pergerakan tanah susulan, sehingga tim di lapangan diinstruksikan untuk menjalankan protokol keselamatan yang ketat agar tidak menambah korban jiwa,” ucap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
Selain itu, BNPB turut mengimbau masyarakat dan pengelola kawasan di sekitar TPA Bantargebang, termasuk wilayah lain dengan topografi lereng perbukitan, maupun kaki gunung, meningkatkan kewaspadaan tinggi terhadap potensi pergerakan tanah.
”Masyarakat diminta segera mengevakuasi diri ke tempat aman jika melihat tanda-tanda retakan tanah atau curah hujan dengan intensitas tinggi yang turun secara terus-menerus. Peningkatan mitigasi dan kesiapsiagaan di tingkat lokal sangat krusial dilakukan agar fenomena serupa tidak terulang,” jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022