
Sejumlah petugas gabungan memindahkan korban longsor gunungan sampah ke kantung jenazah usai ditemukan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3/2026). (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/foc)
JawaPos.com - Praktik pengolahan sampah dengan sistem open dumping di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang resmi dihentikan per 1 Agustus. Namun, tingkat kesiapan masyarakat Jakarta dalam memilah dan mengolah sampah secara mandiri masih sangat minim.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terkait potensi penumpukan sampah di permukiman jika edukasi tidak digencarkan secara masif.
Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan, menilai masih banyak warga Jakarta yang kebingungan membedakan jenis sampah organik dan anorganik sebelum dibuang.
"Terus terang saja, warga kita di banyak tempat masih belum siap melakukan pemilahan dan pengolahan sampah. Bahkan, ada yang kebingungan bagaimana caranya membeda-bedakan jenis sampah untuk memilahnya sebelum dibuang ke tempat sampah," ujar August, Senin (10/8).
Sosialisasi Tak Boleh Berhenti Meski Batas Waktu Lewat
Aturan baru menuntut Jakarta hanya mengirimkan sampah anorganik ke Bantargebang. Melihat kondisi di lapangan, August menegaskan bahwa sosialisasi mengenai tata cara pemilahan sampah tidak boleh terhenti hanya karena tenggat waktu telah berlalu.
"Jadi, kendati tenggat waktu 1 Agustus sudah terlewat, dan Jakarta harusnya hanya bisa membuang sampah anorganik ke Bantargebang, sosialisasi-sosialisasi seputar itu tidak boleh berhenti. Ini harus terus dilanjutkan," tegasnya.
Tantangan Warga: Dari Pemilahan Hingga Pengolahan Kompos
Selain pemilahan, fokus utama yang perlu disosialisasikan adalah pengolahan sampah organik menjadi kompos. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebenarnya telah mendorong pengolahan mandiri maupun gotong royong melalui sarana seperti drum, biopori, hingga budidaya maggot.
Namun, di kawasan konstituennya seperti Jakarta Selatan, August menemukan masih banyak warga yang bingung dalam mempraktikkannya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Israel: The Green Army Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Deltras FC vs Persiba: Leonard Tupamahu Hafal Gaya Main Tamu
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Prediksi Susunan Pemain Yunani vs Jerman: Klopp Butuh Sentuhan Wirtz
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022