
Dana bergulir Rp 100 juta disalurkan kepada 20 UMKM untuk mendukung penguatan permodalan sekaligus mendorong pelaku usaha perempuan naik kelas melalui pendampingan dan pelatihan pemasaran digital. (Istimewa)
JawaPos.com-Upaya mendorong kemandirian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus dilakukan berbagai pihak. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melalui dukungan permodalan yang disertai pembinaan usaha, agar pelaku UMKM mampu meningkatkan kapasitas bisnis dan memperluas pasar di tengah tantangan ekonomi.
Selaras dengan komitmen pada prinsip keberlanjutan, Astra Credit Companies (ACC) kembali memperkuat dukungannya terhadap UMKM melalui penyaluran dana bergulir senilai Rp 100 juta. Bekerja sama dengan Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra, bantuan permodalan ini diberikan kepada 20 UMKM untuk mendorong kemandirian ekonomi para pelaku usaha.
Penyaluran dana tersebut ditandai dengan seremoni pada 6 Maret 2026 di Galeri Yayasan Astra, Sunter, Jakarta. Acara ini dihadiri Chief Human Capital Officer ACC Frederikus Radix Wikanto, EVP Corporate Communication & ESR ACC Riadi Prasodjo, Ketua Pengurus Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra Rahmat Samulo, serta Sekretaris Pengurus Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra Ema Poedjiwati.
Chief Human Capital Officer ACC Frederikus Radix Wikanto mengatakan program dana bergulir ini merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap peningkatan usaha UMKM, khususnya yang dijalankan oleh perempuan.
“Melalui sinergi dengan Yayasan Astra, ACC ingin memastikan bahwa UMKM perempuan memiliki fondasi permodalan yang kuat untuk naik kelas. Semangat keberlanjutan ini bukan hanya tentang bantuan finansial, tetapi tentang membangun daya saing usaha dalam jangka panjang,” ujar Radix.
Ketua Pengurus Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra Rahmat Samulo juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, peluncuran program angkatan kedua yang bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional menjadi wujud komitmen bersama dalam mendorong pemberdayaan perempuan di sektor ekonomi.
Ia menjelaskan bahwa pada angkatan pertama program ini tingkat pengembalian dana mencapai 100 persen. Hal itu menunjukkan integritas para peserta. Pada angkatan kedua ini, program juga menghadirkan inovasi berupa skema cicilan bulanan agar perputaran keuangan UMKM tetap sehat dan beban pengembalian lebih ringan.
“Para ibu pelaku UMKM tidak hanya menjadi penggerak ekonomi keluarga, tetapi juga pilar penyangga perekonomian bangsa,” kata Samulo.
Dalam program ini, ACC menyalurkan dana usaha sebesar Rp 100 juta kepada 20 UMKM binaan Yayasan Astra dengan sistem dana bergulir. Dana tersebut merupakan modal usaha tanpa bunga yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM selama 12 bulan sebelum dikembalikan untuk kemudian disalurkan kembali kepada pelaku usaha lainnya.
Adapun penerima program merupakan UMKM yang dikelola perempuan dengan usaha di bidang kuliner maupun kerajinan tangan yang berasal dari wilayah Jabodetabek.
Selain dukungan permodalan, para pelaku UMKM juga mendapatkan workshop bertema “Digital Marketing untuk Pengembangan Usaha UMKM Perempuan”. Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan pemasaran digital agar mampu memperluas jangkauan pasar di era digital. (*)
