
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah. (Istimewa)
JawaPos.com - Warga Jakarta Barat yang gemar berburu takjil di Jalan Panjang harus lebih waspada. Pemkot Jakarta Barat bersama BBPOM DKI Jakarta melakukan sidak dan menemukan kandungan bahan kimia berbahaya.
Langkah ini bertujuan memastikan keamanan pangan warga di tengah tingginya antusiasme berbelanja kudapan buka puasa. Pengawasan sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat di kawasan tersebut.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menegaskan pengawasan ini merupakan perlindungan konsumen. Keramaian di Jalan Panjang butuh perhatian agar makanan yang beredar tetap aman dikonsumsi.
"Kita fokus untuk melihat apakah makanan yang berupa takjil ini layak dikonsumsi oleh masyarakat," ujar Iin, Kamis (5/3).
Iin menambahkan lonjakan konsumsi saat Ramadan harus dibarengi dengan jaminan keamanan pangan ketat. Hal ini agar warga tetap nyaman memenuhi kebutuhan selama bulan puasa.
"Kita concern untuk memeriksa ini dalam rangka keamanan pangan, sehingga masyarakat bisa terjamin dalam memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan," ucapnya.
Dalam sidak, petugas mengambil 65 sampel makanan untuk diuji di laboratorium bergerak. Beberapa jajanan favorit terbukti mengandung zat pewarna tekstil Rhodamin.
Kepala BBPOM Jakarta, Sofiyani Chandrawati, membeberkan hasil temuan timnya di lapangan. Dari 65 sampel tersebut, dua ditemukan mengandung Rhodamin.
"Total dari 65 sampel total yang di-sampling dan diuji itu ada dua yang mengandung rhodamin," kata Sofie.
Makanan positif zat berbahaya itu adalah kue mangkok dan bolu kukus. Kedua jenis jajanan ini memakai pewarna tekstil agar berwarna merah muda yang mencolok.
Untuk keamanan, petugas segera menarik produk tersebut dari peredaran. Penarikan dilakukan cepat supaya tidak membahayakan konsumen.
"Jadi ini tadi sudah di-take out dari etalasenya untuk dimusnahkan. Dan kami tentu menelusuri lebih lanjut di mana penjual pedagang besarnya, tujuannya untuk memutus rantai distribusinya," tegas Sofie.
Sofiyani memberi tips supaya masyarakat bisa membedakan makanan berbahaya secara kasat mata. Warna mencolok adalah indikator utama untuk dicurigai.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
