Ekonomi Jakarta 2025 Tumbuh 5,21 Persen, Pramono Anung Pastikan Harga Pangan Aman Jelang Ramadan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) memberikan keterangan pers saat meninjau pengerukan kali Sepak di Jakarta, Senin (26/01/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Ekonomi Jakarta menunjukkan taringnya di awal tahun 2026. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Wagub Rano Karno, langsung tancap gas menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Jumat (6/2).
Pertemuan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri 2026. Pemprov DKI menggandeng Bank Indonesia, OJK, dan Forkopimda guna memastikan warga Jakarta bisa beribadah dengan tenang tanpa dihantui lonjakan harga.
Pramono mengungkapkan performa ekonomi Jakarta sepanjang 2025 yang tumbuh sebesar 5,21 persen. Angka ini menyalip pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11 persen.
Lonjakan paling signifikan terjadi pada akhir tahun lalu. Pramono menyebut geliat ekonomi warga Jakarta menjadi kunci utamanya.
"Bagi saya dan Pak Wagub, juga jajaran Balai Kota, yang paling menggembirakan adalah pada kuartal keempat kita bisa tumbuh 5,71 persen. Artinya, pertumbuhan yang tinggi tersebut dipengaruhi oleh berbagai kegiatan yang kita lakukan dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru, yang secara signifikan memengaruhi pola masyarakat dalam membelanjakan uangnya," ujar Pramono.
Efek Domino Jakarta Festive Wonders (JFW) 2025
Salah satu motor penggerak ekonomi Jakarta adalah event kreatif seperti Jakarta Festive Wonders (JFW) 2025. Program yang mendorong digitalisasi transaksi di mal dan hotel ini terbukti sukses besar menarik minat belanja warga.
"Acara JFW 2025 yang baru selesai pada Januari lalu menghasilkan transaksi sebesar Rp15,2 triliun. Hal ini secara signifikan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta, yang pada triwulan ketiga mengalami pertumbuhan mendekati 5 persen, dan ini jauh di atas 5 persen," tuturnya.
Keberhasilan ini memperkokoh posisi Jakarta sebagai penyumbang PDB nasional terbesar, yakni mencapai 16,61 persen sepanjang tahun 2025.
Sektor Pariwisata dan Transportasi Jadi Primadona
Kebijakan insentif yang tepat sasaran juga membuahkan hasil manis. Sektor akomodasi hingga transportasi menjadi lapangan usaha yang paling subur pertumbuhannya di ibu kota.
"Kami juga ingin menyampaikan bahwa sektor-sektor yang tumbuh baik di Jakarta selama 2025 adalah penyediaan akomodasi serta makan dan minum, yang berkali-kali kami berikan insentif dan pembebasan. Ketika diberikan, ternyata pertumbuhannya justru semakin baik. Yang kedua adalah sektor transportasi dan pergudangan, serta jasa lainnya," papar Pramono.
Fokus 2026: Jinakkan Inflasi Jelang Ramadan

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
