
Ilustrasi. JENAZAH PEMBUNUHAN
JawaPos.com - Seorang pria berinisial AR, 51, ditemukan meninggal dunia di dalam mobilnya di tengah kemacetan parah di Flyover Jelambar di jalan Prof Dr Latumenten, Jakarta Barat, pada Kamis (22/1) siang. Insiden yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB ini sempat menghebohkan pengguna jalan yang melintas.
Korban yang merupakan warga Penjaringan, Jakarta Utara, ditemukan dalam posisi duduk dengan kepala merunduk di balik kemudi.
Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Grogol Petamburan (Gropet) AKP Alexander Tengbunan menjelaskan kronologi penemuan korban yang awalnya dikira hanya berhenti biasa.
Kejadian bermula saat saksi di sekitar lokasi melihat sebuah mobil tiba-tiba berhenti mendadak di tengah jalan. Karena menghalangi arus lalu lintas, saksi kemudian melaporkan hal tersebut kepada petugas Polantas yang sedang berjaga.
"Jadi tadi sekitar jam 1 (siang) ada saksi di bengkel mobil sempat melihat korban mengendarai mobil terus tiba-tiba berhenti di tengah jalan, kemudian saksi ini memberitahu kepada anggota lantas ada mobil berhenti di tengah jalan, kemudian lantas membantu dorong mobil tersebut. Namun, direm tangan, sempat diketuk kacanya (mobil) namun tidak direspons," ujarnya kepada wartawan, Kamis (22/1).
Singkatnya, ketika pintu mobil dibuka, petugas melihat korban dalam keadaan duduk dengan kepala merunduk. Petugas yang curiga kemudian memeriksa denyut nadi korban. Sayangnya, nyawa pria kelahiran Tasikmalaya tersebut sudah tidak tertolong.
"Terus ketika membuka pintu, nah korban ini dalam keadaan duduk dan kepalanya merunduk. Jadi, kaus abu-abu dan celana jins biru, dia merunduk," terangnya.
Pihak Kepolisian dari Polres Jakarta Barat langsung melakukan identifikasi di lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh AR.
Polisi menemukan sejumlah barang bukti di dalam mobil yang menguatkan dugaan bahwa korban meninggal dunia karena sakit yang dideritanya.
"Terus pas dicek denyut nadinya korban ini sudah tidak berdetak, terus diidentifikasi sama polres Jakbar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Jadi dugaannya meninggal karena sakit, adapun itu ditemukan obat-obatannya seperti minyak angin, insto, inhaler obat asma, jadi kita belum tau (penyebabnya) kalau mau tahu kan melalui proses pemeriksaan di rumah sakit, terus kita sudah serahkan di RSCM, nanti mungkin menunggu hasil," lanjutnya.
Saat ini, jenazah AR telah dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga bergerak cepat menghubungi keluarga korban.
"Sudah kita komunikasikan pihak keluarga dan pihak keluarga sudah datang bertemu dengan penyidik," imbuhnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
