
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau langsung Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta Timur. (Humas Pemprov DKI Jakarta)
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil langkah tegas untuk mengatasi darurat sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
Ia menginstruksikan Perumda Pasar Jaya segera membereskan tumpukan sampah yang mulai meresahkan warga dan pedagang tersebut.
Masalah ini menjadi prioritas karena volume sampah di pasar grosir terbesar di Jakarta tersebut terus melonjak setiap harinya. Pemprov DKI Jakarta telah menambah armada pengangkut sampah.
Pramono menjelaskan, pihaknya telah menambah 100 unit truk baru untuk mempercepat distribusi sampah dari pasar-pasar dan titik penampungan menuju lokasi pengolahan.
Pramono menjelaskan bahwa tambahan armada ini tidak hanya fokus di satu titik, melainkan disebar ke berbagai fasilitas krusial milik Jakarta.
"Kemarin kita sudah mengadakan truk (sampah) tambahan, hampir 100 truk lebih di tahun 2025 kemarin," jelas Pramono, Jumat (9/1).
Pramono menegaskan, tidak ada alasan lagi bagi pihak pengelola untuk menunda pembersihan.
Truk-truk baru tersebut nantinya akan melayani pengiriman sampah ke TPST Bantargebang hingga fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan.
"Ya untuk Bantar Gebang, untuk Rorotan, dan termasuk untuk yang di Kramat Jati. Enggak ada alasan untuk tidak ditangani," imbuh Pramono.
Meski tidak memberikan tanggal pasti, politikus PDI Perjuangan ini menuntut aksi cepat dari jajarannya.
“Saya sudah menyampaikan kepada Dirut Pasar Jaya dan saya minta untuk segera diselesaikan,” tegasnya.
Lantas, apa yang menyebabkan sampah di Pasar Induk Kramat Jati sempat terbengkalai? Pihak pengelola pasar mengakui adanya ketimpangan antara volume sampah harian dengan jumlah armada yang beroperasi.
Manajer Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun membeberkan, pasar tersebut menghasilkan 120 hingga 150 ton sampah per hari akibat aktivitas perdagangan 24 jam.
"Kondisi yang terjadi sekarang ini memang idealnya dari 120 ton sampah yang ada, kita butuh setiap harinya itu 12 sampai dengan 15 armada. Namun demikian, maksimal yang bisa dilakukan oleh Sudin Lingkungan Hidup itu hanya sekitar delapan armada," ungkap Agus, Jumat (9/1).
Meskipun armada terbatas, Agus memastikan pihaknya tetap berusaha menjaga kebersihan di area vital pasar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022