Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak. (Antara).
JawaPos.com – Jakarta Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban kekerasan tertinggi di Jakarta. Angka korban kekerasan perempuan dan anak di Jakarta Timur jauh melampaui wilayah lain, mencapai 541 kasus hingga pertengahan Desember 2025.
Data ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta, Iin Mutmainnah.
"Paling tinggi kalau dari data secara umum itu memang dengan melihat kondisi kepadatan penduduknya, memang (Jakarta) Timur tertinggi," ujar Iin, usai talkshow bertema Kekerasan Melalui Ketahanan Keluarga untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045, Selasa (26/12).
Jakarta Timur menempati urutan pertama dengan 541 kasus, disusul Jakarta Selatan 441 kasus dan Jakarta Utara 413 kasus. Sementara wilayah Jakarta Barat terdapat 368 kasus, 293 kasus di Jakarta Pusat dan 16 kasus Kabupaten Kepulauan Seribu.
Secara total, Unit Pelaksana Teknis Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) telah menerima 2.182 kasus pengaduan hingga 19 Desember 2025. Angka ini menandakan adanya kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya (2024).
Dari jumlah tersebut, kekerasan psikis menempati urutan teratas, disusul oleh kekerasan seksual dan fisik. Kasus bullying atau perundungan yang marak terjadi di sekolah juga masuk dalam kategori psikis ini.
"Jadi jumlah pengaduan dari data yang dimiliki oleh kami dari UPT-PPA, ini secara umum jenis kekerasan terbanyak, ini memang kekerasan psikis sebanyak 1.059, kemudian kekerasan seksual 902, kekerasan fisik 895, eksploitasi 109, penelantaran 72, dan data masih dalam konfirmasi adalah sebanyak 9 kasus," ujar Iin Mutmainnah usai Talkshow Stop Bullying dan Kekerasan Melalui Ketahanan Keluarga untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045, Selasa (26/12).
Iin menjelaskan, bullying dikategorikan sebagai serangan verbal yang berdampak pada mental korban.
"Ini kita masukkan dalam kategori psikis salah satunya, jadi bagian dari kekerasan psikis yang menyerang secara verbal, menyerang secara psikis terhadap seorang anak, ataupun siapapun yang mengalami kasus bullying itu," tambahnya.
Kenaikan angka kasus di tahun 2025 dibanding 2024 ini memunculkan pertanyaan besar: apakah Jakarta semakin tidak aman, atau kesadaran warga yang meningkat?
Menurut Iin, tingginya angka laporan justru menjadi indikator positif dari keberanian warga Jakarta.
"Kenapa tinggi? Satu hal, warga kita semakin berani speak up, semakin banyak dia berani untuk menyatakan atau mengadu kepada kanal yang disiapkan oleh pemerintah," jelas Iin.
Ia menambahkan bahwa masyarakat kini semakin paham akan hak, kewajiban, dan cara menjaga diri. Namun, di sisi lain, ini menjadi 'alarm' bagi pemerintah untuk memperkuat mitigasi.
"Jadi menurut saya ini hal yang positif, kalau dinilai dari sisi jumlah yang kenapa banyak secara positif. Tapi secara negatifnya tentu kita melihat ini adalah kepedulian di lingkungan. Kita perlu kita tingkatkan, kan seperti itu. Jadi mitigasi resiko perlu kita kuatkan," tegasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
