Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 November 2025 | 06.43 WIB

Ternyata 8 Kota ini Bikin Ibu Kota Serasa Berpenduduk 42 Juta Jiwa Seperti Laporan PBB

Ilustrasi: SItuasi jalanan macet di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Ilustrasi: SItuasi jalanan macet di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Ibu Kota Jakarta selalu identik dengan kemacetan dan kepadatan luar biasa. Angka resmi menunjukkan penduduk Jakarta yang memiliki NIK (secara administratif) hanya 11 juta orang. Namun, data global PBB mencatat angka yang jauh lebih 42 juta jiwa.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akhirnya buka suara. Kepadatan ekstrem ini ternyata disebabkan oleh mobilitas harian jutaan orang dari 8 kota/kabupaten penyangga yang beraktivitas di Jakarta. 

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim menjelaskan, setiap hari, jutaan orang berbondong-bondong datang dari wilayah sekitar. Mereka menjadikan Jakarta sebagai pusat kegiatan.

Inilah 8 kota/kabupaten yang membuat Jakarta serasa dihuni 42 juta penduduk secara fungsional:

  1. Kota Bogor
  2. Kabupaten Tangerang
  3. Kabupaten Bogor
  4. Tangerang Selatan
  5. Depok
  6. Kota Bekasi
  7. Kota Tangerang
  8. Kabupaten Bekasi

Mobilitas ini berlangsung setiap hari dengan berbagai tujuan. Mulai dari urusan pekerjaan, pendidikan, bisnis, kesehatan, hingga layanan publik.

"Kota Bogor, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bogor, Tangerang Selatan, Depok, Kota Bekasi, Kota Tangerang, Kabupaten Bekasi," ujar Chico, Kamis (27/11).

Ia menegaskan, pergerakan inilah yang menjadi penyebab utama kepadatan Jakarta yang terasa masif. "Mobilitas inilah yang membuat Jakarta terasa jauh lebih padat daripada jumlah penduduk resminya," bebernya.

Chico Hakim lantas menjelaskan perbedaan cara penghitungan yang kerap membingungkan. Penduduk Jakarta dihitung dengan dua cara berbeda. Secara administratif terdapat 11 juta orang resmi ber-NIK. Sedangkan secara fungsional mencapai 42 juta.

Politikus PDIP itu menegaskan bahwa angka 42 juta yang menjadi rujukan media nasional sesungguhnya adalah prediksi pergerakan urbanisasi. Angka ini melihat pergerakan secara fungsional di wilayah megapolitan Jabodetabek.

"Jadi, 42 juta itu adalah prediksi pergerakan urbanisasi di kota megapolitan," tegasnya.

Sebelumnya, Laporan PBB dalam World Urbanization Prospects 2025 menempatkan Jakarta di urutan pertama sebagai kawasan urban terbesar di dunia. Dengan populasi mencapai 42 juta jiwa secara fungsional, wilayah ini melampaui kota-kota besar global lainnya.

  • Dhaka (Bangladesh): Sekitar 37 juta penduduk.
  • Tokyo (Jepang): 33 juta jiwa.
  • New Delhi (India) dan Shanghai (China): Sama-sama sekitar 30 juta penduduk.
  • Guangzhou (China): 28 juta jiwa.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore