
Papan bunga dukungan kepada petugas front liner KAI, Argi, yang diduga dipecat karena permasalahan tumbler Tuku hilang, Kamis (27/11). (@jabodetabek24info)
JawaPos.com - PT Daidan Utama Pialang Asuransi (Dupa) menjadi sorotan publik setelah disebut-sebut netizen dalam kasus viral tumbler Tuku yang hilang di KRL Tanah Abang–Rangkasbitung. Pasalnya, perusahaan ini merupakan tempat kerja Anita Dewi yang kehilangan tumbler tersebut.
Perusahaan ini sebelumnya mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap Anita Dewi pemilik akun Threads @anitadwdl yang pertama kali memviralkan insiden tersebut dan menyeret petugas KAI ke polemik berkepanjangan.
Mengutip informasi dari website resmi Dupa, perusahaan ini berada di bawah naungan Daidan Grup Indonesia dengan fokus bisnis pada sektor pertambangan, smelter, pengangkutan, dan perkapalan.
PT Daidan Utama Pialang Asuransi (Dupa) sendiri bergerak dalam bidang jasa pialang asuransi dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor KEP-20/NB.1/2020 tanggal 27 Maret 2020. Dupa juga merupakan anggota Asosiasi Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO).
Berkantor di Plaza Galeon Suite A Lantai 5, Jl. MH. Thamrin Kav. 8–9, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Dupa membawa visi menjadi perusahaan pialang asuransi dengan pelayanan terbaik di seluruh Indonesia. Misinya mencakup penyediaan pilihan asuransi sesuai kebutuhan klien, penerapan prinsip transparansi dan kesetaraan antara tertanggung serta penanggung, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas layanan.
Dalam penjelasan di situs resminya, Dupa menegaskan nilai-nilai perusahaan yang menjadi fondasi kerja seluruh karyawan. Nilai tersebut meliputi Professional, yang menekankan kedisiplinan, kompetensi, dan tanggung jawab; Achievement, yakni bekerja dengan syukur dan komitmen untuk mencapai hasil terbaik; Integrity, mencakup kejujuran, loyalitas, spiritualitas, dan dapat dipercaya; Teamwork, yaitu menjalin komunikasi dan kepedulian antarpegawai; serta Fun, menghadirkan lingkungan kerja yang dinamis dan kekeluargaan.
Nama besar perusahaan ini kemudian dikaitkan dengan kasus viral tumbler Tuku setelah Anita, salah satu karyawan Dupa, mengunggah keluhan soal tumblernya yang hilang di dalam KRL. Unggahan tersebut memicu gelombang komentar dan opini publik, hingga menyeret seorang petugas KAI bernama Argi Budiansyah.
Drama Tumbler Tuku yang Berujung Panjang
Drama hilangnya tumbler Tuku biru yang tertinggal dan tak ditemukan kembali di KRL rute Tanah Abang–Rangkasbitung menjelma menjadi perdebatan besar di media sosial. Petugas KAI, Argi Budiansyah, awalnya dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab, bahkan sempat menyampaikan bahwa ia diberhentikan dari pekerjaannya.
Namun, informasi tersebut dibantah tegas oleh pihak KAI Commuter. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, memastikan Argi tidak dipecat. Menurutnya, saat ini pihak mitra yang menaungi petugas sedang melakukan evaluasi internal untuk menelusuri fakta di lapangan.
“Pihak mitra masih melakukan evaluasi internal untuk melihat lebih jelas kondisi yang terjadi,” ujarnya pada Kamis (27/11).
Ia menegaskan KAI tetap menjalankan prosedur kepegawaian yang ketat dan penuh koordinasi.
Sementara itu, berbeda nasib dengan Argi, Anita selaku pemilik akun yang memviralkan insiden justru mendapatkan sanksi tegas dari perusahaannya.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun resmi @daidanutama, Dupa menyatakan bahwa tindakan Anita tidak mencerminkan nilai dan budaya kerja perusahaan.
“Tindakan yang digambarkan dilakukan oleh karyawan kami tersebut adalah tindakan yang tidak merepresentasikan nilai-nilai dan budaya kerja perusahaan kami secara keseluruhan,” tulis manajemen Dupa.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
