Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, turun langsung meninjau para korban insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta yang masih dirawat di RS Islam Cempaka Putih dan RS YARSI, Jakarta Pusat, Minggu (9/11).
JawaPos.com-Wakil Gubernur DKI Rano Karno sangat menyangkan terjadinya ledakan di SMAN 72 pada awal bulan lalu. Menurutnya, sekolah seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal baik.
“Saya tidak suka menutup kejadian apa yang terjadi. Apa yang terjadi harus menjadi contoh buat kita agar kita lebih waspada. Baru saja terjadi di sebuah institusi sekolah yang tak pernah kita duga terjadi,” ujar Rano.
Yang lebih disayangkan Rano, kejadian itu diduga dipicu oleh perundungan atau bullying oleh peserta didik. Oleh karena itu, anak-anak yang terluka akibat ledakan itu hingga saat ini masih dipisahkan.
“Sebagian (anak) di Rumah Sakit Islam, anak ini (pelaku ledakan, Red) di Rumah Sakit Polri. Ini harus dicari akar masalahnya apa. Saya sudah perintahkan dinas kesehatan, dinas pendidikan, usut tuntas agar tidak terjadi lagi,” tambahnya.
Sebagai seseorang yang pernah mengalami perundungan, Rano mengakui ada perbedaan kasus dulu dengan saat ini. Kalau dulu, ceritanya, perundungan itu kerap karena keterbatasan ekonomi.
“Bagi saya, bully menjadi pemecut (cambuk, Red) saya supaya menjadi wakil gubernur Jakarta seperti sekarang. Dari segala sudut saya orang susah,” katanya. Oleh karena itu, dia heran dengan kasus perundungan saat ini.
“Kalau ada kasus bullying yang membuat anak kita goyah, heran saya. Apa kurang ditempa kesulitan?,” ujarnya.
Lelaki yang dikenal lewat perannya sebagai Bang Doel tersebut juga menceritakan dampak dari ledakan di SMAN 72 Jakarta tersebut. Banyak anak yang luka-luka dan membutuhkan perawatan. Menurutnya, semua anak-anak yang terdampak akan dibiayai Pemprov DKI pengobatannya hingga sembuh.
“Keluar rumah sakit, pasti dia harus kembali lagi berobat jalan. Kami terus biayai sampai sembuh,” imbuhnya.
Terkait peserta didik SMAN 72 yang meminta pindah pasca ledakan, dia membantahnya.
“Kemarin terdengar memang seakan-akan banyak anak SMAN 72 ingin pindah dari sekolah itu. Sebetulnya tidak seperti itu. Ada pembicaraan orang tua yang kebetulan anaknya memang agak parah dan tinggalnya jauh dari sekolah itu,” terangnya. Pak gubernur, lanjutnya, mempersilahkan bahkan menyatakan akan membantu.
“Tapi, pada dasarnya, yang lain, No (tidak ingin pindah, Red). Mereka ingin terus melanjutkan sekolah,” katanya. Oleh karena itu, dia mengajak warga untuk terlibat mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang aman dan inklusif. (*)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
