
Pemanfaatan ruang terbuka kecil di kawasan urban semakin mendapat perhatian karena terbukti mampu berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim dan ketahanan komunitas. (Istimewa)
JawaPos.com–Aktivitas urban farming membuat warga lebih aktif mengelola tanaman pangan, mengatur sistem air, sekaligus memahami bagaimana lingkungan perkotaan dapat beradaptasi terhadap cuaca ekstrem. Tanpa penerangan memadai, ruang publik cenderung gelap pada malam hari sehingga membatasi kegiatan warga, mengurangi rasa aman, dan menurunkan potensi edukatifnya.
Penerangan berbasis tenaga surya menjadi solusi yang semakin banyak digunakan karena mampu bekerja mandiri, tidak bergantung pada jaringan listrik, dan mudah dioperasikan masyarakat. Penggunaan lampu tenaga surya di ruang terbuka juga menunjukkan dampak sosial langsung. Seperti meningkatnya kenyamanan warga saat beraktivitas setelah gelap dan meningkatnya produktivitas masyarakat yang memanfaatkan ruang bersama.
Pelatihan pengoperasian sistem surya kepada warga pun sering kali berkontribusi pada peningkatan kapasitas teknis komunitas, terutama dalam hal pemeliharaan dan pemahaman dasar energi bersih. Kelompok Tani-Hutan ke 05 Rumah Kaum Jayakarta (KTH-05) merupakan salah satu contoh pemanfaatan lahan produktif di kawasan perkotaan. Area seluas 350 meter persegi digunakan untuk menanam buah dan sayuran sebagai bagian dari program kampung iklim.
Ketua KTH-05 Raden Yudhi Yudharta menjelaskan, area tersebut belum memiliki fasilitas listrik.
”Kami sering mengadakan diskusi dengan teman-teman dari mitra KTH sampai sore-hari dan kalau malam-hari area gelap gulita,” kata Yudhi.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), di antaranya Wisnu Djatmiko, Iwan Sugihartono, dan Aris Sunawar, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) 2025 dengan memasang sistem PJU tenaga surya.
Sunawar menjelaskan, prosesnya mencakup survei kebutuhan, penentuan spesifikasi, pengadaan, pengujian, hingga pelatihan warga mengenai cara merawat dan mengoperasikan lampu surya. Seluruh dana-kegiatan tersebut diperoleh dari hibah kegiatan PkM wilayah binaan-unggulan LPPM UNJ tahun anggaran 2025.
Selain itu, dukungan juga datang dari pemerintah kecamatan, kelurahan, tokoh RW, serta para anggota KTH-05. Ketua Tim Pelaksana Djatmiko menyebut bahwa proses instalasi melibatkan mahasiswa dan warga.
”Kegiatan observasi, instalasi, dan pengujian tiga sistem lampu PJU Tenaga-Surya di area KTH-05 juga melibatkan mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Elektro FT UNJ, mereka adalah Gavriel Muhammad dan Rasyid Kusnandar dan juga melibatkan masyarakat anggota KTH-05,” ujar Djatmiko.
Tiga lampu PJU yang terpasang memiliki cahaya putih 6000K, tiang galvanis setinggi lima meter, tingkat luminasi di atas 520 lumen, dan beroperasi dari 18.30 WIB hingga 05.45 WIB. Sistem mandiri seperti ini sangat relevan bagi area yang belum memiliki akses listrik.
Yudhi menyambut baik instalasi tersebut karena area kini terang pada malam hari, dan berharap peningkatan penerangan dapat berdampak pada produktivitas warga yang memanfaatkan hasil panen KTH-05.
Ketua dewan pembina KTH Haji Didi menegaskan komitmen UNJ dalam menjalankan Tri Dharma. Pemasangan PJU tenaga surya ditujukan untuk meningkatkan literasi mitigasi bencana, bukan karena wilayah tersebut tidak memiliki aliran listrik PLN. Upaya ini sekaligus memperkuat edukasi energi bersih bagi masyarakat Jatinegara Kaum.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
