Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Oktober 2025 | 03.49 WIB

Heboh Angin "Lesus" di Bojonggede Bogor, Ternyata Tornado Skala Kecil! Ini Penjelasan BMKG

Salah satu rumah warga yang mengalami kerusakan akibat hujan deras dan angin kencang di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jumat (24/10/2025). (BPBD Kabupaten Bogor/Radar Bogor) - Image

Salah satu rumah warga yang mengalami kerusakan akibat hujan deras dan angin kencang di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jumat (24/10/2025). (BPBD Kabupaten Bogor/Radar Bogor)

JawaPos.com - Warga Bojonggede, Kabupaten Bogor, dibuat panik pada Jumat (24/10) sore setelah angin berputar kencang menerjang kawasan tersebut. 

Sekitar siang hingga sore hari, langit Bojonggede tampak gelap. Tak lama kemudian, muncul pusaran angin besar di langit. Warga yang menyaksikan langsung peristiwa itu panik.

Beberapa video amatir yang beredar juga memperlihatkan terdapat benda-benda ringan seperti papan dan seng beterbangan terbawa angin. Akibatnya, puluhan rumah mengalami kerusakan di beberapa kampung.

Bukan “Lesus”, Tapi Tornado Kecil

Banyak warga menyebut peristiwa ini sebagai “angin lesus”. Namun, istilah tersebut hanyalah sebutan lokal yang populer di masyarakat.

Secara ilmiah, fenomena itu dikenal sebagai angin puting beliung, yaitu tornado berskala kecil yang terbentuk dari awan cumulonimbus.

"Istilah "lesus" sebenarnya merupakan sebutan lokal atau populer untuk angin puting beliung. Secara meteorologis, fenomena ini adalah tornado skala kecil yang terbentuk dari awan cumulonimbus," ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto kepada JawaPos.com, Jumat (24/10).

Dengan kata lain, angin puting beliung adalah bentuk mini tornado, bukan jenis angin lain seperti angin topan atau angin kencang biasa.

"Jadi, fenomena ini adalah angin puting beliung, bukan jenis angin lain seperti angin kencang biasa atau angin topan," terangnya.

Penyebab Puting Beliung Muncul di Bojonggede

Guswanto menjelaskan, puting beliung biasanya muncul akibat kondisi cuaca panas dan lembap di permukaan tanah yang bertemu dengan massa udara dingin dan kering.

Ketika dua massa udara berbeda itu bertemu, dan di langit terdapat awan cumulonimbus aktif yang tumbuh vertikal dengan kuat, potensi terbentuknya pusaran angin meningkat.

Kondisi atmosfer Bojonggede saat kejadian disebut sangat mendukung, karena awan gelap tebal dan langit redup sudah terlihat sejak siang hari.

"Bojonggede saat itu dilaporkan mengalami langit gelap dan awan tebal, yang mendukung terbentuknya kondisi tersebut," terangnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore