
Polres Depok dan Tim Dokter RS Polri Kramat Jati usai melaksanakan ekshumasi di Makam Kalang Anyar, Bojonggede, Kamis (23/10).
JawaPos.com - Polres Metro Depok bersama tim forensik RS Polri Kramat Jati melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam jenazah bocah berusia enam tahun di kawasan Rawa Panjang, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Kamis (23/10).
Langkah ini dilakukan untuk menguatkan proses penyidikan kasus dugaan penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka Utama, mengatakan proses ekshumasi berjalan lancar dan selesai sekitar pukul 11.15. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah luka di tubuh korban yang mengindikasikan adanya kekerasan.
“Dapat saya jelaskan kesimpulan sementara, dari hasil proses yang dilaksanakan barusan, yaitu adanya pendarahan di bagian kepala yang kemungkinan besar menyebabkan meninggalnya korban,” ujar Kompol Made di lokasi.
Menurutnya, bagian otak korban mengalami pembengkakan akibat aliran darah yang tidak lancar. Selain itu, ditemukan pula luka di beberapa bagian tubuh korban. “Beberapa luka juga ditemukan di bagian punggung dan bibir.
Namun yang menyebabkan meninggalnya korban adalah luka di bagian kepala akibat kekerasan dengan benda tumpul,” jelasnya.
Kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya kejanggalan pada tubuh korban saat dimandikan sebelum dimakamkan. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban sempat terlihat memiliki lebam di tubuh dan luka di bibir beberapa hari sebelum meninggal.
“Dari informasi masyarakat tersebut, kami bersama Polsek Bojonggede menindaklanjuti dengan penyelidikan cepat,” kata Made.
Dari hasil pemeriksaan sementara, terungkap bahwa pada Minggu (19/10) malam, sekitar pukul 21.00, ibu tiri korban melihat anak tirinya tidak berdaya di rumah. Namun, bukannya menolong, tersangka justru meninggalkan korban dan menemui suaminya yang merupakan ayah kandung korban di tempat kerja.
“Ironisnya, tersangka malah membiarkan korban dan menyusul suaminya, kemudian bersama-sama kembali ke rumah sekitar pukul 23.00. Saat itu korban sudah dalam kondisi kaku,” ungkap Made.
Korban Diduga Disiksa Berulang Kali
Jenazah kemudian dibawa ke rumah nenek korban dan dimakamkan keesokan paginya. Dari hasil pemeriksaan saksi dan fakta lapangan, polisi menduga kekerasan telah dilakukan berulang kali.
“Diduga tindakan kekerasan bukan hanya terjadi di hari itu, tapi sudah berkali-kali dilakukan,” tambahnya.
Polisi juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan ayah korban. Namun berdasarkan keterangan saksi, ayah korban jarang berada di rumah karena bekerja di tempat pemotongan ayam di Jakarta.
“Faktanya, ayah korban bekerja dari subuh hingga malam, bahkan kadang menginap di tempat kerja. Jadi kita masih dalami perannya,” kata Made.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022