
BPJS Kesehatan Depok memberikan sosialisasi tentang program di SMK Tiara Nusa, Depok , Jumat (17/10). (Febry Ferdian/ Jawa Pos)
JawaPos.com - BPJS Kesehatan Cabang Depok mengintensifkan sosialisasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan BPJS Goes to School.
Program ini digelar di sejumlah SMA di Depok, termasuk SMK Tiara Nusa. Sasaran utama program ini adalah para pelajar jurusan manajemen perkantoran dan bisnis yang dinilai memiliki potensi sebagai agen informasi di lingkungan sekitarnya.
Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan, Zuamah, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar memperkenalkan manfaat program JKN. Namun, juga membuka wawasan siswa mengenai pelayanan BPJS dan peluang profesi di sektor layanan publik.
“Jadi kegiatan hari ini itu BPJS Goes to School. Di mana kami melakukan kegiatan ke sekolah-sekolah. Tujuannya adalah memberikan informasi atau pembekalan terkait edukasi peserta, khususnya yang muda-muda di sektoral pendidikan di SMA,” ujar Zuamah (17/10).
Menurutnya, pelajar memiliki peran strategis di era digital. Mereka mampu menyebarkan informasi dengan cepat melalui media sosial. Karena itu, BPJS Kesehatan berharap mereka dapat menjadi corong informasi mengenai layanan JKN di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Goals-nya sebenarnya sebagai informasi jadi influencer. Karena sekarang kita di era digital. Teman-teman pelajar itu bisa memberikan informasi kepada keluarganya, terutama di sekolah,” jelasnya.
Dalam sesi sosialisasi tersebut, BPJS Kesehatan juga memperkenalkan berbagai kanal layanan digital. Kanal tersebut antara lain Mobile JKN, hingga Viola (Virtual Layanan Peserta JKN) yang memungkinkan peserta mengakses layanan tanpa harus datang langsung ke kantor.
Zuamah menyampaikan bahwa dari total jumlah penduduk Depok, 99 persen telah terdaftar sebagai peserta JKN. Namun, tingkat keaktifan kepesertaan masih berada di angka 78 persen.
Artinya, masih ada peserta yang statusnya nonaktif karena menunggak iuran atau mengalami perubahan status kepegawaian, seperti dari pekerja penerima upah menjadi mandiri.
“Keaktifannya kan masih di 78 persen,” ungkapnya.
BPJS Kesehatan mengimbau peserta nonaktif untuk segera melakukan reaktivasi. Hal ini perlu dilakukan tanpa menunggu kondisi sakit agar tidak terkena beban pembayaran tunggakan atau denda layanan.
“Harapannya peserta segera untuk melakukan registrasi ulang atau pendaftaran ulang,” kata Zuamah mengingatkan.
Reaktivasi kepesertaan dapat dilakukan melalui berbagai saluran. Saluran tersebut mulai dari kantor cabang, Mal Pelayanan Publik (MPP) setiap Selasa dan Kamis, layanan keliling, hingga aplikasi Mobile JKN.
Terkait isu pemutihan tunggakan BPJS yang ramai diperbincangkan publik, Zuamah menegaskan bahwa hingga saat ini BPJS Kesehatan di tingkat cabang belum menerima kebijakan resmi dari pusat.
“Kalau kami di cabang itu belum ada info tersebut untuk masalah pemutihan. Cuman memang ada beberapa yang menanyakan,” jelasnya

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
