
Pengendara sepeda motor melintas saat hujan deras mengguyur kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Air hujan di Jakarta diklaim mengandung mikroplastik, partikel plastik superhalus yang bisa masuk ke tubuh manusia tanpa disadari.
Peneliti Ahli Muda Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Muhammad Reza Cordova mengungkapkan bahaya hujan kandungan mikro plastik ini. Sebab, mikroplastik berukuran sangat kecil, bahkan lebih halus dari debu.
"Mikroplastik ini berukuran sangat kecil (kurang dari 5 mm atau 0,5 cm) bahkan ada yang lebih kecil dari debu (batas mikroplastik sampai 1 mikron). Jadi mikroplastik ini bisa terhirup atau tertelan tanpa disadari," ujar Reza kepada JawaPos.com, dikutip Kamis (16/10).
Menurut dia, paparan jangka panjang mikroplastik dalam tubuh manusia dan hewan bisa memicu stres oksidatif, peradangan jaringan, hingga gangguan metabolik. Hal ini sangat mengganggu kesehatan tubuh.
"Dalam tubuh manusia dan hewan, partikel ini dapat memicu stres oksidatif, peradangan jaringan, dan gangguan metabolik bila paparannya berulang dalam jangka panjang," tuturnya.
Lebih mengkhawatirkan lagi, mikroplastik juga bisa membawa bahan kimia berbahaya dari pabrik. Seperti ftalat dan BPA, serta pencemar logam berat yang menempel di permukaannya.
"Mikroplastik juga bisa membawa bahan kimia berbahaya baik dari pabrik saat dibuat atau pencemar yang menempel di permukaannya," lanjutnya.
Tak hanya tubuh manusia, mikroplastik yang turun bersama hujan juga memperburuk kondisi lingkungan. Sebab, akan mempengaruhi kesuburan tanah hingga kualitas air minum masyarakat.
Ia menegaskan, bukti global sudah cukup kuat bahwa mikroplastik tidak bisa dianggap aman bagi lingkungan.
"Partikel yang jatuh bersama hujan bisa masuk ke tanah, air permukaan, sungai, dan akhirnya laut, menambah beban pencemaran dan berpotensi memengaruhi kesuburan tanah serta kualitas air minum masyarakat," papar Reza.
Fakta mengejutkan ini terungkap dalam riset berjudul “The deposition of atmospheric microplastics in Jakarta-Indonesia: The coastal urban area” yang dipimpin oleh Reza.
"Ya, benar. Beberapa penelitian, termasuk yang dilakukan oleh kami di area pesisir Jakarta, telah menemukan adanya mikroplastik dalam air hujan dan deposisi atmosfer," jelasnya.
Reza menjelaskan, sampel dikumpulkan dengan penangkap hujan selama beberapa bulan, lalu disaring dan diperiksa menggunakan mikroskop dan spektroskopi FTIR. Jenis mikroplastik yang ditemukan pun bervariasi.
"Jenis mikroplastik yang ditemukan umumnya berupa serat sintetis seperti poliester dan nilon, serta fragmen kecil dari plastik kemasan," ungkapnya. Bahkan, tim BRIN menemukan serat sintetis yang biasa terdapat pada ban kendaraan.
"Sumber utamanya berasal dari aktivitas manusia di kota. Misalnya abrasi pakaian saat mencuci, gesekan dari ban kendaraan, pembakaran terbuka sampah plastik, dan degradasi plastik di lingkungan," jelas Reza.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
