
Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak. (Antara).
JawaPos.com - Warga Cilincing, Jakarta Utara, masih syok atas terbongkarnya kasus pembunuhan sekaligus pencabulan bocah berusia 12 tahun, berinisial VI, yang dilakukan oleh remaja MR, 16, di rumah kontrakan pelaku di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (13/10).
Rumah kontrakan itu kini tampak sepi, sudah dipasangi garis polisi, dan ditinggalkan oleh pelaku serta ayahnya.
Tetangga pelaku, Fatimah, mengaku tak menyangka tragedi mengerikan terjadi begitu dekat dari tempatnya berdagang. Ia mengatakan, pelaku dan ayahnya belum lama tinggal di kontrakan tersebut. Sebelumnya, MR tinggal bersama neneknya di Kampung Sawah, tak jauh dari rumah korban.
"Korban belum pernah ke sini, enggak ada teriakan juga dari korban. Dibawanya diem-diem," kata Fatimah.
Ia juga mendengar kabar bahwa saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi mengenaskan.
"Leher korban terikat kabel casan, mulutnya mengeluarkan busa. Saya enggak tahu apakah sempat ada pemerkosaan atau tidak," ungkapnya.
Sekitar pukul 01.00 WIB, warga yang marah langsung menggerebek kontrakan pelaku. Ia mengira awalnya penggerebekan itu terkait pasangan muda-mudi yang kumpul kebo. Namun setelah diketahui, ternyata MR membunuh VI dengan cara keji di rumah kontrakan tersebut. Pelaku pun sempat menjadi bulan-bulanan warga dan mendapat salam olah raga.
"Terus polisi datang sejam kemudian dan pukul 04.00 WIB, ambulans datang bawa korban ke rumah sakit," terang Fatimah.
Menurut Fatimah, saat kejadian, warga sempat mencoba menghubungi ayah pelaku karena kesal dengan tindakan anaknya. Namun ternyata ponsel sang ayah dipegang oleh pelaku.
"Pas pulang, bapaknya ditanya kenapa di telepon enggak angkat, katanya hp-nya sama pelaku. Terus sekarang bapaknya lagi di Polres," imbuhnya.
Biasanya, ayah pelaku menitipkan kunci kontrakan kepada Fatimah setiap kali berangkat kerja sebagai sopir kontainer. Tapi hari itu, karena MR masih di rumah, sang ayah berangkat tanpa menitipkan kunci.
"Jadi, orang tua pelaku sama sekali enggak tahu kalau ada kejadian ini," jelasnya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Ongkoseno, menjelaskan peristiwa tragis itu bermula ketika pelaku mengajak korban ke rumahnya dengan alasan ingin membelikan pakaian.
"Jadi korban tuh kan diajak ke rumah pelaku tuh mau dibelikan baju. Jadi korban diimingi pelaku mau dibeliin baju," ujar Ongkoseno, Selasa (14/10).
Namun sesampainya di rumah, niat jahat pelaku terungkap. Ia langsung menyerang korban tanpa ampun. Menurut Ongkoseno, pelaku membekap korban dan melilitkan kabel hingga korban tidak dapat bernapas.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
