
Foto udara salah satu lahan tambang batu di Parung Panjang, Kabupaten Bogor. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Asosiasi Transporter Tangerang-Bogor (ATTB) menduga, ada pihak yang melakukan orkestrasi secara sistematis sehingga menjadi perlawanan yang masif atas truk-truk tambang di Parung Panjang dan sekitarnya.
Akibatnya, hal itu sangat berdampak negatif kepada para pengusaha transportasi pertambangan dan sopir. Kini mereka harus gigit jari karena aktivitas pertambangan di Parung Panjang dan sekitarnya ditutup sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM.
ATTB menduga, ada pihak developer perumahan Parung Panjang yang bermain di balik kekisruhan yang terjadi beberapa waktu belakangan.
"Saya menduga ada pihak perumahan yang bermain mengakibatkan kekisruhan di Parung Panjang," kata Ahmad Gozali selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATTB dalam kunjungannya ke kantor JawaPos.com beberapa waktu lalu.
Saat disinggung pihak developer perumahan mana yang dia maksud, Gozali enggan menunjuk salah satu developer. Dia hanya menyampaikan analisisnya saja bahwa pihak perumahan yang paling berkepentingan sampai dianggap membuat masalah dengan truk-truk tambang di Parung Panjang.
"Developer perumahan punya kepentingan besar unit-unit mereka harus laku. Truk tambang dianggap sebagai penghalang bikin rumah mereka jadi nggak laku," ungkap Gozali.
Menurut dia, apa yang dilakukan pihak developer perumahan di Parung Panjang tidak etis karena hanya mengejar kepentingan pribadi saja. Sementara banyak warga, terutama di wilayah Cigudeg menggantungkan hidup mereka pada aktivitas pertambangan
"Tidak bagus kalau hanya mementingkan kepentingan diri sendiri. Pihak perumahan berkepentingan rumah yang mereka jual laku, tapi warga Cigudeg dan sekitarnya menggantungkan hidup mereka dengan tambang," paparnya.
KDM Ditipu
Asosiasi Transporter Tangerang-Bogor (ATTB) memberikan perhatian pada Maman, salah satu warga Jagabaya, Parung Panjang, yang diundang Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke Bandung bersama sejumlah korban truk tambang lainnya.
ATTB melakukan penelusuran tentang Maman yang sempat mengaku sebagai korban kecelakaan truk tambang sampai dia mengalami cacat permanen.
ATTB menganggap ada yang janggal, karena nama ini tidak pernah diketahui sebelumnya sebagai korban truk tambang.
Berdasarkan hasil penelusuran ATTB, diketahui bahwa Maman bukanlah korban kecelakaan truk tambang. Dia mengalami cacat permanen karena mengalami kecelakaan motor, berdasarkan informasi dari tetangganya.
"Kebenaran informasi ini bisa kami pertanggung jawabkan. KDM telah kena tipu," ujar Ahmad Gozali selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATTB kepada JawaPos.com.
Dia mengaku banyak tahu siapa saja orang yang pernah mengalami kecelakaan truk tambang di Parung Panjang dan sekitarnya. Karena dia selalu mendapat informasi setiap kali ada anggota asosiasi mengalami kecelakaan menabrak orang.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
