Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengundang korban kecelakaan truk tambang Parung Panjang ke kantor, mengakui abainya negara. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menyampaikan bahwa negara telah abai dalam memberikan keselamatan dan memberikan hak kepada warga parung Panjang dan sekitarnya selama bertahun-tahun.
Sebagai bentuk pengakuan abainya negara kepada rakyatnya, KDM mengundang sejumlah orang yang menjadi korban kecelakaan truk tambang Parung Panjang ke kantor Gubernur Jawa Barat.
"Yang pertama saya mengucapkan terima kasih atas kehadirannya di Gedung Pakuan yaitu Kantor Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat. Barangkali pertama dalam sejarah kehidupan bapak-ibu orang Parung Panjang datang ke sini," kata Dedi Mulyadi di hadapan sejumlah korban kecelakaan truk tambang, alam video diunggah Kang Dedi Mulyadi Channel.
Orang-orang yang hadir pada saat itu kompak mengakuinya. Mereka menyebut, baru pertama kalinya menginjakkaan kaki di kantor Gubernur Jawa Barat. "Benar, Pak," kata mereka kompak.
Dedi Mulyadi mengakui dirinya memberikan perhatian kepada Parung Panjang yang menjadi pusat masalah selama bertahun-tahun. KDM merasa perlu memanfaatkan otoritas yang kini dipegangnya sebagai Gubernur Jabar untuk membawa kebaikan bagi warga Parung Panjang dan sekitarnya.
"Saya ini punya intuisi kepemimpinan yang selalu ingin membangun harmoni hubungan hidup manusia. Manusia dengan Allah, manusia dengan alam, manusia dengan manusia. Kemudian yang pada akhirnya semuanya menuju harmoninya manusia dengan Tuhan," tuturnya.
Dedi Mulyadi mengaku, desakan untuk dirinya bertindak ke Parung Panjang sebenarnya bukan baru-baru ini saja. Sejak masih menjadi anggota DPR RI, banyak orang Parung Panjang sampai menginap di rumahnya meminta KDM untuk terlibat menyelesaikan permasalahan di wilayah yang berbatasan dengan provinsi Banten itu.
"Ketika saya terpilih menjadi Gubernur,saya bisa melihat kondisi Parung Panjang yang sebenarnya. Saya melihat Parung Panjang itu adalah peristiwa tragedi kemanusiaan," katanya.
Peristiwa tragedi kemanusiaan yang dimaksud Dedi Mulyadi adalah ada ratusan orang meninggal dunia akibat ditabrak, dilindas truk tambang. Angka itu baru beberapa tahun belakangan saja. Jika ditarik ke belakang selama puluhan tahun tambang beroperasi, bisa jadi sudah ribuan orang tak berdosa melayang menjadi 'kayu bakar' aktivitas pertambangan.
Selain itu, ada ratusan orang yang mengalami luka bahkan mengalami cacat permanen akibat aktivitas pertambangan di wilayah Parung Panjang dan sekitarnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
