Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 September 2025 | 00.13 WIB

Dari Sampah Jadi Nilai, Peran Warga Dorong Hub Cipondoh Bertahan Lama

Warga menimbang sampah plastik dan kaleng sebelum diserahkan ke hub Wahu di Cipondoh. (Dinarsa Kurniawan/JawaPos.com) - Image

Warga menimbang sampah plastik dan kaleng sebelum diserahkan ke hub Wahu di Cipondoh. (Dinarsa Kurniawan/JawaPos.com)

JawaPos.com-Sebuah hub pengumpulan sampah resmi dibuka di lahan parkir Superindo, Cipondoh, Kota Tangerang. Adanya tempat pengumpulan sampah tersebut membuat warga sekitar bisa mengumpulkan sampah plastik untuk kemudian ditukar menjadi uang tunai yang langsung ditransfer ke dompet elektronik mereka. Hub pengumpulan sampah itu diinisiasi oleh Wahu (Waste Hub), Yayasan Sahabat Multi Bintang, Superindo, dan Veritas Edukasi Lingkungan (VEL).

Co-founder Wahu Michiel Reinoud menuturkan, pihaknya ingin membuat upaya untuk mengumpulkan sampah lebih mudah. Selain itu, dia menyatakan pihaknya juga ingin mengedukasi masyarakat untuk mengumpulkan dan memilah sampah. ’’Ini adalah hub kelima yang bertempat di Jabodetabek dan Bandung. Kami menargetkan, pada akhir 2027 kami akan memiliki 150 hub seperti ini dan 150 drop box sampah, seluruhnya di Jawa,’’ ucapnya pada peresmian hub pengumpulan sampah di Cipondoh itu pada Jumat (26/9).

Michiel menuturkan, pihaknya berharap agar usaha yang mereka inisiasi tersebut bisa bertahan lama dan memberikan manfaat nyata untuk masyarakat, terutama bagi warga sekitar. Karena itulah, peran serta dari masyarakat dan stakeholder warga menjadi faktor yang sangat penting.

Dia mengatakan, warga menerima dengan tangan terbuka dibukanya hub pengumpulan sampah tersebut. Kendati demikian, pada tahap awal sebelum membukanya, tetap diperlukan sosialisasi yang menyeluruh hingga ke lingkungan RT-RW. ’’Selain itu, kami juga membuat sejumlah kegiatan aktivasi di masyarakat. Setelah mereka memahami manfaatnya untuk lingkungan dan untuk mereka, warga pun menerima dengan bahagia,’’ terang pria asal Belanda itu. ’’Hal yang sama juga terjadi di tempat-tempat lain sebelum kami membuka hub serupa,’’ imbuhnya.

Michiel menambahkan, setelah dikumpulkan di hub, sampah-sampah plastik dan kaleng bekas tersebut akan dikirim ke fasilitas pengolahan sampah untuk kemudian diproses lebih lanjut. Dia mengatakan, Wahu bekerja sama dengan pihak lain untuk menjual sampah-sampah yang sudah diproses itu kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkannya.

Dalam usaha untuk memberikan edukasi tentang pengolahan sampah, Wahu berpartner dengan VEL yang berperan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. ’’Kami memang memiliki kapasitas untuk melakukan edukasi dan aktivasi kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan sampah. Kami sudah turun ke warga dengan mengadakan berbagai kegiatan sejak 3 bulan lalu,’’ urai Co-founder VEL Benedict Wermter.

Sementara itu, Lurah Poris Gaga Budi Sampurna mengatakan, sebelumnya Wahu sudah terjun ke masyarakat dan melakukan pendampingan sejak tiga bulan lalu. Dia mengatakan, sebenarnya sudah ada program dari Pemerintah Kota Tangerang, 1 RW 1 bank sampah, namun tidak berjalan karena manajemennya tidak profesional. ’’Warga menanggapi dengan antusias adanya hub pengumpulan sampah ini. Karena di sini bisa langsung ada nominalnya, berapa pun yang kita bawa, bisa langsung ditukarkan dengan uang,’’ tuturnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore