Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 September 2025 | 14.50 WIB

Sibuknya Petugas Damkar di Jakarta: Pagi Padamkan Api, Siang Hari Lanjut Panjat SUTET

Ardiansyah bersama petugas Damkar lainnya. (Istimewa) - Image

Ardiansyah bersama petugas Damkar lainnya. (Istimewa)

JawaPos.com - Mengikuti kerja petugas pemadam kebakaran (damkar) di Jakarta tidak ada habisnya. Nyaris setiap jam petugas damkar turun ke lapangan. Merespons panggilan warga untuk berbagai urusan. Bukan hanya pemadaman api, petugas damkar di ibu kota wajib memiliki banyak skill penyelamatan. Untuk membantu yang bernyawa maupun sudah tidak bernyawa.

Ardiansyah membagikan perjalanan hidupnya selama bertugas sebagai petugas damkar lebih dari 21 tahun. Meski saat ini dia pemimpin Unit Rescue di Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel), pria yang akrab dipanggil Weki itu juga punya banyak pengalaman pemadaman kebakaran. Dia mengakui petugas damkar dibekali berbagai kemampuan. Tentu yang utama adalah pemadaman api.

”Jadi, kalau ada kebakaran, kami dari tim rescue tetap turun juga,” kata dia saat berbincang dengan JawaPos.com.

Dari pengalamannya, Weki menyampaikan bahwa petugas damkar di Jakarta harus siap berhadapan dengan yang hidup maupun sudah meninggal dunia. Baik dalam tugas pemadaman kebakaran maupun penyelamatan.

Apalagi di kota sebesar Jakarta. Angka kebakaran tinggi, panggilan bantuan dari masyarakat juga besar. Setiap waktu, telepon berdering. Menjadi pertanda petugas damkar harus siaga.

Belum lama, Weki berurusan dengan kecelakaan di jalan tol. Info yang dia terima truk pengangkut pupuk ditabrak oleh truk lain yang mengangkut air mineral. Saat tiba di lokasi kejadian, dia menyaksikan secara langsung bagaimana kondisi truk pengangkut air mineral hancur. Bagian depan yang menjadi pusat kendali truk tersebut sudah tidak berbentuk.

”Sempat saya lihat tangan, terus saya tepuk sambil coba panggil. Bang, bang, bang. Nggak ada respons,” ujarnya mencoba menggambarkan situasi saat itu.

Semula, Weki mengira itu adalah tangan sopir. Namun setelah memutar, dia mendapati bahwa tangan yang disentuhnya milik kernet. Tangan itu lepas dari bagian tubuh korban.

Sementara bagian tubuh lainnya sudah berserakan. Mendapati kondisi tersebut, dia kaget. Namun, karena bukan satu dua kali berurusan dengan jenazah, Weki memimpin timnya untuk meneruskan evakuasi.

”Dari yang sudah-sudah, kami memang harus menangani. Mayat di jalan, di sungai, di lokasi kebakaran,” kata dia.

Bahkan, warga Jakarta tidak jarang meminta pertolongan mengevakuasi jenazah dari ketinggian. Contohnya ketika ada warga yang meninggal dunia di dalam ruangan minim akses, petugas damkar turun tangan.

Pernah juga Weki mengevakuasi warga yang terbaring sakit dan membutuhkan pertolongan medis. Karena keluarga dan tetangga tidak sanggup, timnya dipanggil untuk segera mengeluarkan warga tersebut dari dalam rumah.

Cerita serupa disampaikan oleh Kepala Seksi Kerjasama dan Kehumasan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Mohammad Arief. Menurut dia, salah satu tugas paling memorable adalah evakuasi kecelakaan kereta di Bintaro atau Tragedi Bintaro 2. Peristiwa itu terjadi pada 2013 silam. Kala itu KRL Serpong-Tanah Abang menabrak truk tangki milik Pertamina. Akibatnya tumburan keras menyebabkan ledakan dan kebakaran. Petugas damkar pun turun tangan.

”Banyak sebenarnya yang nggak bisa kami lupakan. Contoh misalnya di Bintaro, kami nggak bisa lupain juga itu. Terus meledaknya gudang peluru yang Cilandak. Itu juga kan kami kayak perang gitu, kami ikut terlibat. Terus yang kemarin, baru-baru kemarin yang di Cileungsi, kan dengan perkembangan teknologi kami kirim robot ke sana,” jelasnya.

Menurut Arief, petugas damkar saat ini memang dituntut memiliki berbagai kemampuan di luar pemadaman api. Karena itu, bukan hanya fire rescue, petugas damkar di Jakarta juga dilatih CSSR atau Collapse Structure Asset and Rescue, kemampuan itu dibutuhkan untuk penyelamatan dalam reruntuhan gedung. Kemudian ada Road Traffic Accident khusus untuk penyelamatan kecelakaan lalu lintas seperti ditangani oleh Weki dan tim.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore