Tampang salah seorang pelaku penculikan Mohamad Ilham Pradipta, kepala cabang bank BUMN di Jakpus, yang diculik dan dibunuh pada Rabu (20/8). Kini, jumlah tersangka bertambah jadi 15 orang. (Istimewa)
JawaPos.com - Polda Metro Jaya telah mengamankan 15 dalam kasus pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) bank BRI di Jakarta Pusat bernama Mohamad Ilham Pradipta, 37. Belasan orang tersebut diamankan oleh Subdit Resmob dan Subdit Jatanras Polda Metro Jaya.
"Kami pastikan kasus ini akan diungkap secara tuntas, profesional, akuntabel, transparan, berdasarkan SOP yang berlaku," Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, kemarin (27/8).
Saat ini, lanjut Ade Ary, tim gabungan dari Subdit Resmob bersama Subdit Jatanras, masih bekerja. "Saat ini masih terus bekerja, setidaknya kami update ada 15 orang yang diamankan. 6 orang diantaranya itu diamankan oleh rekan-rekan dari Subdit Resmob dan 9 orang lainnya itu yang mengamankan adalah Subdit Jatanras, " ungkapnya.
Eks Kapolrestro Jakarta Selatan itu membenarkan bahwa motivator Dwi Hartono merupakan salah satu aktor intelektual atau otak penculikan dan pembunuhan. “Benar (@klanhartono) Instagram-nya DH,” ujar Ade Ary.
Ia menjelaskan, Dwi Hartono adalah seorang pengusaha bimbingan belajar (bimbel) dalam jaringan (online). “Saudara DH adalah seorang pengusaha atau salah satu bidang usahanya adalah bimbel online. Terkait motif belum bisa kami sampaikan, mohon waktu,” katanya.
Dwi Hartono ditangkap tim gabungan Polda Metro Jaya bersama dua tersangka lain, YJ dan AA, di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/8) sekitar pukul 20.15 WIB tanpa perlawanan. Sehari setelahnya, Minggu (24/8), polisi juga membekuk pelaku lainnya yang berinisial C di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Dari informasi yang dihimpun, pelaku Dwi Hartono sempat tersandung kasus pemalsuan ijazah. Kasus yang terjadi 13 tahun lalu itu diadili Pengadilan Negeri Semarang.
Terpisah, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menegaskan, hingga saat pihaknya belum menerima informasi dari polisi terkait dugaan keterlibatan oknum prajurit dalam kasus penculikan dan pembunuhan KCP Bank BRI tersebut.
"Dari kepolisian juga belum ada info keterlibatan prajurit dalam kasus tersebut," kata Freddy.
Kendati demikian, pihaknya kini masih menunggu penyelidikan kasus tersebut yang sedang ditangani Polda Metro Jaya. Sementara terkait adanya permintaan dari kuasa hukum empat tersangka pembunuhan Kacab Bank BUMN, yang meminta perlindungan kepada Panglima TNI, pihaknya belum menerima permintaan perlindungan.
“Sampai dengan saat ini belum ada permintaan," tegas jenderal marinir tersebut.
Sekadar diketahui, permintaan perlindungan kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dilayangkan karena kasus ini diduga melibatkan oknum aparat. Oleh karena itu, kuasa hukum empat tersangka meminta perlindungan kepada Panglima TNI dan Kapolri. (Ygi)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
