
Ilustrasi anak telantar. (Freepik)
JawaPos.com - Anak korban kekerasan dan penelantaran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) sudah dinyatakan pulih.
Kini, anak yang sudah menjalani 3 kali operasi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati itu sudah diserahkan kepada Dinas Sosial (Dinsos) Jakarta untuk mendapatkan pengasuhan, perawatan, serta pemenuhan hak-hak dasar.
Anak berinisial MK itu ditemukan oleh seorang petugas keamanan Pasar Kebayoran Baru dalam kondisi mengenaskan.
Saat ditemukan, korban mengalami luka serius pada beberapa bagian tubuh, termasuk luka bakar pada wajah dan tubuh, patah tulang pada lengan kanan, patah rahang, memar pada area mata, luka lebar di kaki, dan luka di bagian dagu.
Dalam proses penanganan kasus tersebut, Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri bekerja sama dengan KPPP, Kementerian Sosial, serta Rumah Sakit Polri Kramat Jati memberikan perlindungan dan perawatan medis secara intensif.
Selama hampir 2 bulan perawatan, korban menjalani serangkaian operasi yang terdiri atas operasi ortopedi, operasi rahang, dan operasi bedah plastik.
”Alhamdulillah kondisi anak korban, MK, saat ini sudah jauh lebih baik. Kami bersama tim medis, psikolog, dan Kementerian Sosial berupaya maksimal untuk memastikan pemulihan fisik dan mentalnya. Hari ini, anak MK kami serahkan ke Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta agar mendapatkan pengasuhan dan perlindungan yang lebih optimal,” ungkap Direktur Tindak Pidana PPA dan PPO Bareskrim Polri Brigjen Nurul Azizah, Jumat (22/8).
Nurul menyampaikan bahwa berdasar hasil observasi tim medis di awal kasus tersebut bergulir, petugas mendapati bahwa korban mengalami gizi buruk.
Ia juga memiliki riwayat diabetes, tuberkulosis, dan kondisi tubuh yang tidak stabil dengan suhu tubuh yang kerap naik-turun. Akibatnya MK sempat kritis. Namun, kini kondisi MK berangsur membaik.
Berat badannya naik signifikan dari 9 kilogram menjadi 16 kilogram. Bila sebelumnya MK tidak dapat duduk atau berjalan, kini dia sudah bisa duduk dan berjalan dengan bantuan.
Selain itu, pemulihan psikologis juga menunjukkan kemajuan signifikan. Hal itu ditandai dengan kemampuan komunikasi 2 arah dan MK yang mulai sering tersenyum.
Karena itu, Nurul menyampaikan apresiasi terhadap semua pihak yang terlibat dalam pemulihan MK.
Selain pemulihan korban, penyidik Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri masih terus melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap pelaku kekerasan dan penelantaran terhadap MK.
Pemeriksaan sejumlah saksi sudah dilakukan, termasuk penyusunan sketsa wajah terduga pelaku.
”Kami terus melakukan pendalaman, termasuk mengumpulkan bukti, memeriksa saksi, dan mencari keberadaan pelaku. Perlindungan terhadap anak merupakan prioritas kami, dan kami akan bekerja sama dengan berbagai instansi terkait agar kasus ini segera terungkap,” tegasnya.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
