Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Agustus 2025 | 05.30 WIB

BPBD Kabupaten Bekasi Laporkan Satu Mushola di Bojongmangu Rusak Berat, Pasca Gempa Bekasi berkekuatan 4,9 Skala Richter

Gempa Berkekuatan 4,9 skala Richter mengguncang JAbodetabek, dan berpusat di Kabupaten Bekasi. (BNPB) - Image

Gempa Berkekuatan 4,9 skala Richter mengguncang JAbodetabek, dan berpusat di Kabupaten Bekasi. (BNPB)

JawaPos.com - Gempa bumi berkekuatan 4,9 skala richter yang mengguncang Jakarta dan sekitarnya berpusat di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. mulai muncul lapran kerusakan, salah satunya Mushola di Bojongmangu Bekasi. 

Berdasar keterangan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Rabu malam (20/8), gempa mengakibatkan satu mushola di Desa Sukabungah, Bojongmangu, Kabupaten Bekasi rusak berat. Beruntung, tidak ada korban jiwa akibat bencana tersebut. 

”Hingga saat rilis ini diterbitkan, 1 sarana ibadah berupa musala di Desa Sukabungah, Kecamatan Bojongmangu rusak berat akibat roboh (saat gempa). Tidak ada korban jiwa akibat gempa tersebut di wilayah Kabupaten Bekasi,” tulis BPBD Kabupaten Bekasi dalam keterangan resmi kepada awak media. 

Hingga saat ini, Tim BPBD Kabupaten Bekasi terus berkoordinasi dengan BMKG, BPBD Jawa Barat, dan aparatur kecamatan di Kabupaten Bekasi untuk memantau perkembangan situasi serta kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan.  

Masyarakat diimbau tetap waspada namun tidak panik, serta selalu memperhatikan informasi resmi dari BMKG dan BPBD Kabupaten Bekasi. 

”Tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Periksa kondisi bangunan di sekitar tempat tinggal. Jika terdapat retakan atau kerusakan, segera menjauh untuk menghindari potensi bahaya,” terang BPBD Kabupaten Bekasi. 

Selain itu, masyarakat diminta untuk menghindari penggunaan api terbuka apabila berada di dalam bangunan yang mungkin mengalami kerusakan pada instalasi gas.

Kemudian, bagi warga yang tinggal di gedung bertingkat, pastikan menggunakan jalur evakuasi dengan tertib jika diperlukan dan hindari penggunaan lift saat evakuasi.

”Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir atau bantaran sungai agar tetap waspada terhadap potensi bahaya sekunder, meskipun hingga saat ini tidak terdeteksi adanya ancaman tsunami,” imbuh BPBD Kabupaten Bekasi. 

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memerintahkan jajarannya mengecek kondisi lapangan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Gempa Berpusat di Kedalaman 10 Km

Berdasar informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tersebut berpusat pada titik koordinat 6.48 LS dan 107.24 BT atau 14 kilometer sebelah tenggara Kabupaten Bekasi dengan kedalaman 10 kilometer. 

Gempa bumi tersebut dirasakan oleh masyarakat Jakarta dan sekitarnya selama 1-4 detik. Akibat gempa bumi tersebut, masyarakat berhamburan keluar rumah dan gedung-gedung.

Laporan yang diterima oleh BNPB menyebut, gempa bumi juga terasa di Kota Depok, Kota dan Kabupaten Bekasi, Kota dan Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, hingga Kabupaten Purwakarta. 

”Segera cek dan laporkan,” pinta Suharyanto sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi Rabu (20/8) malam. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore