
Garis polisi terpasang di TKP tewasnya dua siswa di Pondok Ungu Permai (PUP) Sektor V Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi, Rabu (13/8). (ARIESANT/RADAR BEKASI)
JawaPos.com - Tragedi menimpa dua siswa kelas 1 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ibnul Jazari di Pondok Ungu Permai (PUP) Sektor V, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.
Keduanya ditemukan tewas diduga tenggelam saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler renang, Senin (11/8).
Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan kolam renang milik SDIT tersebut memiliki kedalaman antara 1,1 meter hingga 1,3 meter. Kolam itu berada di lantai satu rumah pemilik yayasan, tepat di seberang gedung sekolah berlantai tiga.
Dikutip dari Radar Bekasi (JawaPos Group), pagar sekolah berwarna hijau tertutup rapat tanpa aktivitas belajar mengajar pada Rabu (13/8). Rumah pemilik yayasan yang menyediakan fasilitas kolam renang juga tampak tertutup.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Agta Bhuana Putra, mengatakan orangtua tidak diizinkan mendampingi anak saat kegiatan renang. Para siswa hanya didampingi oleh guru sekolah. Kedua korban pun baru pertama kali mengikuti kegiatan renang.
“Pada saat mengikuti ekstrakurikuler renang wali murid tidak diperbolehkan untuk ikut mendampingi dan hanya di dampingi oleh guru Yayasan SDIT Ibnul Jazari,” ucap Agta, Rabu (13/8).
Agata mengungkap, saat polisi mendatangi sekolah dan rumah pemilik yayasan, mereka justru tidak kooperatif.
“Pada saat gabungan piket Reskrim Polres dan piket Reskrim Polsek Babelan mendatangi yayasan dan kediaman pemilik Yayasan SDIT Ibnul Jazari saudara Ali Subana tidak kooperatif dan tidak membukakan pintu,” jelasnya.
Dari pemeriksaan pihak keluarga, terungkap bahwa sekolah tidak melaporkan insiden ini kepada polisi.
Selain itu, keluarga korban menolak dilakukan otopsi.
“Orangtua korban KFW dan FAP belum bersedia untuk dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban,” kata Agta.
Hingga kini, enam saksi sudah diperiksa, termasuk orangtua kedua korban. Polisi berencana memeriksa pemilik yayasan, kepala sekolah, dan guru terkait dugaan kelalaian.
Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, mengungkapkan insiden itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, bertepatan dengan hari pertama kegiatan renang untuk siswa kelas 1.
“Sekira jam 14.30 WIB ibunya KBW ditelepon oleh UA yang merupakan pendamping renang murid dan U yang merupakan Kepala SDIT Ibnul Jazari, meminta supaya orangtua KBW dan FAP datang ke Rumah Sakit Viola Pondok Ungu Permai,” ujar Reonald, Selasa (12/8).
Sesampainya di rumah sakit, orangtua mendapat kabar bahwa kedua anak telah meninggal dunia.
“Setelah itu korban KBW dan FAP dibawa pulang ke rumah duka yaitu di kediaman masing-masing,” tambahnya.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
