
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) bersama Walikota Jakarta Timur Munjirin melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Septic Tank Komunal berbasis teknologi tepat guna biogas di Rusunami Bidara Cina, Jakarta, Senin (28/07/2025).
JawaPos.com - Walau Jakarta menyandang status kota metropolitan, kota besar, perilaku masyarakatnya masih ada yang buang air besar sembarangan (BABS). Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2024 masih ada sebanyak 0,19 persen rumah tangga di DKI Jakarta yang mempraktikkan BABS. Persisnya sekitar 3.000 rumah tangga.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan jajarannya untuk mengatasi warga yang BAB di kebun. “Kebanyakan, mohon maaf, buang air besar itu rata-rata malah di kebun. Dan yang seperti itulah yang kemudian harus diubah,” ujar Pramono.
Untuk diketahui pada akhir Juli 2025, Pramono Anung melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan septic tank komunal terintegrasi di Rusun Bidara Cina, Jakarta Timur. "Kemarin kami sudah membuat septic tank komunal. Dan septic tank itu akan dibuat secara biogas dan sudah bisa dilakukan,” terang mantan sekjen PDIP itu.
Septic tank biogas memiliki beberapa keuntungan. Utamanya dalam hal pengolahan limbah dan potensi energi terbarukan. Yakni, menghasilkan biogas yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif untuk memasak atau pemanas, serta menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi dari limbah yang diolah.
Selain itu, sistem dengan biogas juga disebut ramah lingkungan karena mengurangi bau tidak sedap dan mencegah pencemaran air tanah. "Dampaknya bisa secara signifikan menurunkan keluarga yang menggunakan (BABS, red) di sungai,” imbuh Pramono.
Meski begitu, Pram mengklaim masyarakat Jakarta saat ini sudah jarang BABS di sungai-sungai besar di Jakarta. "Hampir tidak ada. Tapi, sungai kecil saya tidak tahu karena belum kita cek secara detail," katanya.
Meski BABS di sungai maupun kali sudah berkurang, Pram memerintahkan jajarannya untuk mengatasi warga yang BABS di kebun. “Tetapi kebanyakan, mohon maaf, buang air besar itu rata-rata malah di kebun. Dan yang seperti itulah yang kemudian harus diubah,” tambahnya. Oleh karena itu, Pram sudah memerintahkan jajarannya untuk gencar edukasi agar tidak BABS di sungai maupun kebun.
“Kami akan lakukan edukasi, kami buatkan septic tank seperti di Jakarta Timur, kemarin di Bidara Cina. Dan seperti-seperti itu yang akan kami lakukan,” imbuhnya. (rya)

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
