Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Agustus 2025 | 20.03 WIB

3 Ribu Warga Jakarta Masih Ada BAB Sembarangan, Kata Pramono di Kebun

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) bersama Walikota Jakarta Timur Munjirin melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Septic Tank Komunal berbasis teknologi tepat guna biogas di Rusunami Bidara Cina, Jakarta, Senin (28/07/2025). - Image

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) bersama Walikota Jakarta Timur Munjirin melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Septic Tank Komunal berbasis teknologi tepat guna biogas di Rusunami Bidara Cina, Jakarta, Senin (28/07/2025).

JawaPos.com - Walau Jakarta menyandang status kota metropolitan, kota besar, perilaku masyarakatnya masih ada yang buang air besar sembarangan (BABS). Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2024 masih ada sebanyak 0,19 persen rumah tangga di DKI Jakarta yang mempraktikkan BABS.  Persisnya sekitar 3.000 rumah tangga. 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan jajarannya untuk mengatasi warga yang BAB di kebun. “Kebanyakan, mohon maaf, buang air besar itu rata-rata malah di kebun.  Dan yang seperti itulah yang kemudian harus diubah,” ujar Pramono.  

Untuk diketahui pada akhir Juli 2025, Pramono Anung melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan septic tank komunal terintegrasi di Rusun Bidara Cina, Jakarta Timur. "Kemarin kami sudah membuat septic tank komunal. Dan septic tank itu akan dibuat secara biogas dan sudah bisa dilakukan,” terang mantan sekjen PDIP itu.

Septic tank biogas memiliki beberapa keuntungan. Utamanya dalam hal pengolahan limbah dan potensi energi terbarukan. Yakni, menghasilkan biogas yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif untuk memasak atau pemanas, serta menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi dari limbah yang diolah.

Selain itu, sistem dengan biogas juga disebut ramah lingkungan karena mengurangi bau tidak sedap dan mencegah pencemaran air tanah. "Dampaknya bisa secara signifikan menurunkan keluarga yang menggunakan (BABS, red) di sungai,” imbuh Pramono.

Meski begitu, Pram mengklaim masyarakat Jakarta saat ini sudah jarang BABS di sungai-sungai besar di Jakarta. "Hampir tidak ada. Tapi, sungai kecil saya tidak tahu karena belum kita cek secara detail," katanya.

Meski BABS di sungai maupun kali sudah berkurang, Pram memerintahkan jajarannya untuk mengatasi warga yang BABS di kebun. “Tetapi kebanyakan, mohon maaf, buang air besar itu rata-rata malah di kebun.  Dan yang seperti itulah yang kemudian harus diubah,” tambahnya. Oleh karena itu, Pram sudah memerintahkan jajarannya untuk gencar edukasi agar tidak BABS di sungai maupun kebun.

“Kami akan lakukan edukasi, kami buatkan septic tank seperti di Jakarta Timur, kemarin di Bidara Cina. Dan seperti-seperti itu yang akan kami lakukan,” imbuhnya. (rya)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore