
Murugan Temple ditutup sementara untuk umum setelah viral dan ramai dikunjungi masyarakat. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com – Murugan Temple, kuil megah bernuansa Hindu-India yang sempat viral di media sosial karena keindahannya, kini ditutup sementara operasionalnya untuk umum. Keputusan ini diambil setelah ribuan warga berbondong-bondong memadati tempat ibadah tersebut demi berswafoto dan menikmati arsitekturnya yang ikonik.
Kuil yang berlokasi di Jalan Bedugul RT 6 RW 17, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat itu memiliki tinggi 45 meter dan baru diresmikan Februari 2025 lalu. Usai diresmikan, kuil itu langsung menjadi magnet wisata baru di Ibu Kota.
Dalam video viral, pengunjung rela berdesak-desakan hanya untuk naik ke rooftop dan mengabadikan momen di lokasi yang disebut-sebut sebagai "potongan India di Jakarta".
Namun, pada Rabu (23/7), suasana itu tak lagi terlihat. Hanya terdapat petugas keamanan yang berjaga di depan kuil. Spanduk besar berisi pemberitahuan penutupan sementara pun terpasang.
"Kami selaku pengurus Yayasan Shri Sananthana Dharma Aalayam, dengan ini menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pengunjung umum," bunyi spanduk tersebut.
"Berhubung dengan adanya acara ibada dan pekerjaan konstruksi lift, demi kenyamanan dan keamanan bersama, dengan ini Jakarta Murugan Temple Ditutup," lanjutnya.
Walau kuil ditutup untuk umum, kegiatan ibadah bagi umat Hindu dan Buddha tetap berlangsung seperti biasa. Umat yang ingin beribadah tetap bisa melaksanakan ritual seperti biasa, dengan jadwal pagi pukul 06.30–12.30 WIB dan sore pukul 16.00–20.00 WIB.
"Pelaksanaan ibadah Jakarta Murugan Temple tetap dibuka seperti biasa," tulis spanduk lainnya.
Ketua Umum Yayasan Shri Sanathana Dharma Aalayam, Selwendren, mengaku terharu dengan antusiasme tinggi masyarakat. Namun pihaknya tidak menyangka lonjakan kunjungan akan sedahsyat itu.
“Dengan pertama kami didatangin oleh 100-200 pengunjung, kami masih bisa nanganin. Begitu terakhir naik 400-500 dan hari terakhir sampai 1.100 (pengunjung),” ujar Selwendren saat ditemui di lokasi, Rabu (23/7).
Ia menjelaskan, waktu kunjungan yang terbatas dari pukul 12.30 WIB hingga 16.00 WIB membuat pengelola tak sanggup mengatur ribuan orang yang datang sekaligus. Pasalnya, diluar waktu itu, kuil akan digunakan khusus untuk beribadah.
“Jadi dengan waktu yang sempit itu kami nggak bisa mengendalikan sekian banyak orang, karena di luar jam itu kami harus melakukan ibadah di dalam,” imbuhnya.
Bukan hanya soal jumlah, antrean panjang yang membuat warga harus berjemur hingga ke gerbang kuil membuat Selwendren merasa tak tega. Untuk itu, pihaknya akan menyusun kembali sistem kunjungan pengunjung.
“Makanya kami tutup sementara, kami benahin dulu sistemnya,” ujarnya.
Untuk mengatasi lonjakan massa, pihak pengelola berencana menerapkan sistem pendaftaran daring dan pembatasan kunjungan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
