
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno melakukan peninjauan ke Cold Storage Perumda Dharma Jaya di Jalan Raya Penggilingan, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (22/2). (Ist)
JawaPos.com – Perumda Dharma Jaya membangun cold storage berkapasitas 5.000 ton di Cakung, Jakarta Timur. Hal ini dilakukan untuk menjaga pasokan pangan strategis di Jakarta.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman menegaskan, berkomitmennya mendukung ekonomi daerah dengan optimalisasi pengembangan rencana bisnis yang dapat meningkatkan pendapatan. Salah satu upaya strategis tersebut adalah pembangunan cold storage berkapasitas jumbo 5.000 ton yang akan menjadi cadangan pangan utama DKI Jakarta.
Proyek ini sekaligus menjadi pijakan awal Dharma Jaya dalam diversifikasi usaha ke sektor logistik dan cold chain. Serta mendukung transformasi Jakarta menuju kota global yang tangguh dalam ketahanan pangan.
“Cold storage ini menjadi salah satu cadangan pangan untuk DKI Jakarta sekaligus dapat meningkatkan ketahanan pangan di Jakarta dan memastikan ketersediaan pangan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Dharma Jaya juga mulai melebarkan sayap bisnisnya dari sektor trading, penggemukan sapi, dan rumah potong, menuju lini usaha yang lebih luas, termasuk kemitraan komersial dan logistik. Raditya menegaskan bahwa seluruh pendapatan akan kembali ke daerah dalam bentuk dividen.
“Usaha Dharma Jaya selama ini berada di sektor trading, penggemukan sapi dan rumah potong, kedepan akan kita kembangkan ke sektor logistik, termasuk bisnis komersial. Kita ingin meningkatkan sisi bisnis komersial untuk berkontribusi pada pendapatan asli daerah,” tegasnya.
Tak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, Dharma Jaya juga aktif menjalankan program subsidi pangan dan stabilisasi harga guna memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau bagi warga Jakarta.
"Kami berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Jakarta dan memastikan harga yang terjangkau," katanya.
Selain itu, pihaknya juga menggandeng peternak lokal dari berbagai daerah untuk memperkuat pasokan. Salah satu langkah terbaru adalah penandatanganan nota kesepahaman dengan BUMD di Kediri.
“Baru-baru ini kita telah menandatangani nota kesepahaman dengan BUMD di Kediri untuk ketahanan pangan. Ini sedang kita jajaki kerjasamanya,” tuturnya.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta Suharini Eliawati menyebut perusahaan ini sebagai pilar penting dalam sistem ketahanan pangan Jakarta.
“Dalam pengembangan bisnisnya, tidak hanya melebarkan bisnis komersialnya, tetapi BUMD ini tidak melupakan bagaimana menggerakkan ekonomi masyarakat dengan mengembangkan program reseller, waralaba dan kemitraan strategis lainnya,” kata Eli.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
