
Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta, M. Fuadi Luthfi. (Istimewa).
JawaPos.com - DKI Jakarta genap berusia 498 tahun hari ini, Minggu (22/6). Di usia hampir lima abad, ibu kota negara ini telah menuai banyak prestasi. Meski begitu, tak bisa luput begitu saja bahwa masih banyak persoalan sosial yang harus diselesaikan oleh para pemimpinannya.
Ketua Fraksi PKB DPRD DKi Jakarta M. Fuadi Luthfi menilai, kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakilnya Rano Karno sudah memperlihatkan progres yang baik. Program seperti Rabu Wajib Naik Angkutan Umum bagi ASN, serta program Satu APAR Satu RT menjari upaya untuk melaju ke arah perubahan.
"Apresiasi ini tidak menghapus begitu saja kenyataan bahwa Jakarta masih menghadapi persoalan sosial yang serius. Kemiskinan masih menghantui sebagian besar warga di wilayah padat penduduk," kata Fuadi.
Sejumlah masalah masih ditemukan di Jakarta. Pertama kemiskinan, masih banyak warga yang tinggal di lingkungan sempit, tidak sehat, dan rentan terhadap penyakit maupun banjir serta kebakaran.
"Kemacetan, yang sudah menjadi bagian dari keseharian warga, semakin parah karena belum optimalnya sistem transportasi yang terintegrasi, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah penyangga," imbuhnya.
Banjir masih menjadi langganan tahunan. Artinya, penanganan tata air belum menyentuh akar persoalan, dari tata ruang, perilaku buang sampah, hingga keterlibatan masyarakat.
Selain itu, Fraksi PKB juga menyoroti masih sering terjadinya Kebakaran. Dalam beberapa tahun terakhir, kebakaran permukiman padat terus berulang. Program Satu APAR Satu RT diharapkan menjadi langkah awal yang baik. Nanun, program ini dianggap tidak cukup jika tidak disertai dengan pelatihan yang merata, simulasi rutin, dan edukasi publik yang terus-menerus.
"Kita tidak bisa lagi menganggap kebakaran sebagai nasib buruk, ini adalah tanggung jawab bersama yang harus ditanggapi dengan keseriusan sistemik," jelasnya.
Lebih lanjut, Fuadi mengatakan, Jakarta harus bergerak dari pola pembangunan simbolik ke pembangunan yang berakar pada kebutuhan nyata warga, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan menyentuh warga yang paling terdampak. PKB mendorong agar Pemprov DKI lebih membuka ruang partisipasi publik dalam perencanaan, pemantauan, dan pengambilan keputusan agar pembangunan tepat sasaran.
"Kami menghimbau agar momen ulang tahun ke-498 ini tidak hanya menjadi perayaan simbolik, tapi juga momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa Jakarta tak mungkin dibangun sendirian. Kota ini terlalu kompleks untuk ditangani oleh satu pihak saja," pungkasnya.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
