Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Mei 2025 | 22.23 WIB

Siswa Inklusi di Kota Depok Masih Kekurangan Guru Pendamping

Wamendikbudristek Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat bersama Wali Kota Depok Supian Suri mengungjungi SMPN 8 Depok. (Febry Ferdian/Jawa Pos) - Image

Wamendikbudristek Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat bersama Wali Kota Depok Supian Suri mengungjungi SMPN 8 Depok. (Febry Ferdian/Jawa Pos)

JawaPos.com–Walau pendidikan inklusi di Kota Depok terus berkembang, tantangan dalam penyediaan guru pendamping masih menjadi perhatian utama.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Depok Supian Suri dan Wakil Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Wamendikbudristek) Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat, saat kunjungan kerja di SMP Negeri 8 Depok. Sekolah tersebut menyelenggarakan pendidikan inklusi.

Atip menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas sekolah dalam menangani siswa berkebutuhan khusus meski belum memiliki guru pendamping khusus.

”Di sini ada kurang lebih tiga persen (siswa inklusi) ya dari keseluruhan siswa, meskipun di sini belum tersedia guru pendamping yang secara khusus melayani siswa berkebutuhan khusus. Akan tetapi dengan kreativitas pak kepala sekolah khususnya maka itu bisa ditanggulangi oleh guru yang ada," ungkap Atip.

Dia menegaskan, secara ideal, kehadiran guru pendamping tetap dibutuhkan.

”Idealnya harus ada guru pendamping, itu masih menjadi agenda yang kami terus untuk realisasikan ya. Tetapi Alhamdulillah sekali lagi sekolah ini tuh sangat kreatif tidak menunggu tersedianya guru pendamping, akan tetapi guru yang ada dididik untuk dapat ya melaksanakan fungsi seperti guru pendamping,” lanjut Atip.

Wali Kota Depok Supian Suri turut menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah pusat dalam pengembangan pendidikan inklusi di daerah.

”Kementerian salah satunya Kementerian Pendidikan untuk kualitas pendidikan di kita, untuk kebaikan anak-anak kita, untuk investasi pendidikan di Kota Depok. Mudah-mudahan silaturahmi yang terbangun menjadi sinergi yang kuat untuk kita saling support tentunya, karena kita punya tanggung jawab yang sama,” ujar Supian Suri.

Supian mengungkapkan, keterbatasan formasi menjadi salah satu kendala utama dalam menghadirkan guru pendamping di sekolah-sekolah inklusi.

”Ya, tadi memang salah satu hal yang menjadi tantangan boleh dibilang hadirnya sekolah inklusi adalah guru pendamping yang memang khusus bertanggung jawab atau yang khusus juga menjadi bagian menangani, melayani anak-anak istimewa ini. Tapi Alhamdulillah tadi dengan segala keterbatasan kita masih bisa memfasilitasi,” jelas Supian Suri.

Supian juga menyampaikan, Pemerintah Kota Depok tengah menyiapkan program Rumah Didik Anak Istimewa sebagai pelengkap pendidikan formal.

”Saya sampaikan penting adanya rumah didik anak istimewa karena akan lebih memperdalam kemampuan, kompetensi anak-anak istimewa nanti di rumah didik anak istimewa. Kalau di sini lebih kepada mengikuti pendidikan formalnya, tetapi untuk bakatnya, kemampuannya, potensinya nanti akan lebih tergali lagi,” terang Supian Suri.

Terkait tantangan yang dihadapi, Supian menyebut keterbatasan formasi dan pendanaan menjadi kendala yang harus diatasi bersama. Dia berharap, permasalahan ini dapat diselesaikan banyak pihak.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore