Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Februari 2025 | 03.52 WIB

Kurang dari 2 Tahun, 100 Orang Tewas Kecelakaan di Parung Panjang, Dedi Mulyadi Sentil Pemprov Jabar Sebelumnya Lamban

Antrean kendaraan pribadi dan truktambang di Jalan Raya Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023). Kemacetan imbas dari sejumlah sopir truk berunjuk rasa terkait jam operasional truk tambang di depan Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, J - Image

Antrean kendaraan pribadi dan truktambang di Jalan Raya Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023). Kemacetan imbas dari sejumlah sopir truk berunjuk rasa terkait jam operasional truk tambang di depan Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, J

JawaPos.com - Jalanan di Parung Panjang, Bogor, menelan ratusan korban jiwa dalam kurun waktu kurang dari dua tahun terakhir ini karena kontur jalan yang jelek akibat tambang. Hal itu dilaporkan Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro saat disambangi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Mulanya, Dedi menanyakan masalah yang banyak terjadi di Bogor selama Rio menjabat sebagai Kapolres di wilayah tersebut. Salah satu yang paling banyak adalah kecelakaan di Jalan Parung Panjang. 
 
"Selama kami menjadi Kapores Bogor kurang lebih hampir 1 tahun 8 bulan, itu kasus kecelakaan yang diakibatkan baik itu lalainya si pengemudi, baik itu dari kontur jalan yang kurang memadai, jalan rusak dan sebagainya itu menimbulkan korban juga yang sangat banyak," ujar Rio kepada Dedi seperti unggahan di akun Instagram @dedimulyadi71, Minggu (9/2).
 
 
"Selama kami di sini itu sampai 100 orang lebih, Pak (korban tewas di Parung panjang)," sambung Rio. 
 
Dedi kemudian menerangkan bahwa jalanan Parung Panjang selama ini memang banyak digunakan sebagai kepentingan pertambangan. Hal itu berimbas pada jalanan yang dilalui warga cepat rusak.
 
Bupati Purwakarta itu juga kemudian menilai bahwa selama ini berarti Pemerintah Provinsi Jawa Barat lamban dalam membetulkan jalan di Parung Panjang. 
 
"Yang itu akibat lambannya, punten ya, bukan kita ingin ngomong negatif, ya tidak lah. Akibat lambannya provinsi membangun jalan itu. Akibat lamban provinsi membangun jalan itu. Berakibat pada terjadinya kecelakaan," tegasnya.
 
 
Oleh karena itu, Dedi menjanjikan bahwa jalan di Parung Panjang akan segera diperbaiki setidaknya pada 2026 mendatang. 
 
"Kita bangun total selesai, kan. Yang penting tanahnya karena ingin dipelebar, kan. Dipelebar tanahnya. Untuk jalan tambang khusus untuk jalan tambang. Jadi kita akan bangun jalan tambang khusus," pungkasnya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore