Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Desember 2024 | 03.12 WIB

Viral! Wisatawan Asal Depok Diduga Tidak Mau Lunasi Travel Usai Liburan di Pulau Putri Kepulauan Seribu

Tangkapan layar video viral di media sosial terkait wisatawan yang enggan melunasi pembayaran travel usai berlibur di Pulau Putri, Kepulauan Seribu. (TikTok @areeeee234/ Istimewa)

 
JawaPos.com - Viral di media sosial wisatawan asal Depok tidak mau melunasi pembayaran usai berlibur di Pulau Putri, Kepulauan Seribu, Jakarta. Kisah ini dibagikan oleh seorang guide lokal di akun TikTok miliknya @areeeee234. 
 
Dalam video yang dibagikan terlihat pengunggah bernama Are tengah menagih pembayaran kepada seorang ibu dan suaminya.
 
Namun, pasangan suami istri (pasutri) yang hendak meninggalkan Pulau Putri ini terus berjalan menyusuri dermaga hingga menuju kapal. 
 
"Dia mau liburan tapi tidak mau membayar, bagaimana ini bu, tolong kalau mau liburan disediakan uangnya," ujar pengunggah video Are dikutip JawaPos.com, Minggu (29/12). 
 
 
Kejadian itu bermula saat wanita berinisial DF menggunakan jasa travel untuk berlibur ke pulau Putri bersama suami dan anaknya pada selama tiga hari dua malam (3H2M) pada 25–27 Desember 2024.
 
Sebelum perjalanan, admin travel telah mengirimkan invoice kepada DF, yang mencantumkan rincian harga, minimal pembayaran uang muka (DP), dan pelunasan. DF menyetujui rincian tersebut dan membayar DP pertama pada 7 Desember 2024. 
 
Selanjutnya, ketika DF meminta perpanjangan waktu perjalanan (add night), invoice diperbarui, dan DF kembali membayar DP kedua pada 18 Desember 2024.
 
Pada H-1 keberangkatan (24 Desember), pihak travel mengirimkan tiket masuk Ancol serta kontak Tour Leader (TL) yang akan mendampingi mereka selama perjalanan. Namun, pada hari H (25 Desember), DF tidak menyelesaikan pelunasan meskipun telah diingatkan oleh admin maupun TL sebelum perjalanan dimulai.
 
 
Setelah tiba di Pulau Putri, DF hanya membayar sebagian dari total tagihan, berdalih belum memutuskan apakah akan melanjutkan perjalanan 3H2M atau mempersingkatnya menjadi dua hari satu malam (2H1M).
 
Pihak travel menegaskan bahwa perubahan mendadak tidak memungkinkan, mengingat semua fasilitas telah dipesan dan dibayarkan.
 
Barulah DF diduga mulai mencari alasan untuk pulang. Pada hari pertama, DF mengeluhkan anaknya sakit dan membutuhkan obat tertentu. Pihak travel segera mencarikan obat hingga ke pulau terdekat dan mengantarkannya langsung ke DF. 
 
Saat kembali diminta melunasi pembayaran, DF kembali menolak pembayaran dengan alasan fokus pada kondisi anaknya.
 
Keesokan harinya, DF secara tiba-tiba meminta untuk dipulangkan, mengaku mendapat anjuran dokter pribadi anaknya untuk melakukan pemeriksaan darah. DF bersikeras hanya ingin membayar untuk layanan 2H1M, sementara pihak travel menuntut pelunasan sesuai pesanan awal.
 
 
Situasi semakin memanas ketika DF memesan kapal kepulangan secara mandiri melalui jasa travel lain, mengabaikan peringatan pihak travel untuk menyelesaikan pembayaran terlebih dahulu. 
 
Perdebatan terjadi di resepsionis Pulau Putri, namun DF tetap memaksa untuk pulang bersama keluarganya tanpa melunasi tagihan.
 
Akibat pembatalan mendadak ini, fasilitas yang telah dipesan dan dibayarkan untuk tanggal 26–27 Desember menjadi tidak terpakai dan sia-sia.
 
"Sampai postingan ini dibuat belum ada penyelesaian pembayaran dari DF," tulis Are.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore