Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Desember 2024 | 03.18 WIB

Tolak Keras Rencana Penghapusan Transjakarta Koridor I karena Bakal Ada MRT, Pengamat Nilai Tidak Tepat karena Beda Pasar

ILUSTRASI: Sejumlah armada Bus TransJakarta menunggu penumpang di halte Terminal Kalideres, Jakarta, Jumat (20/12/2024). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

ILUSTRASI: Sejumlah armada Bus TransJakarta menunggu penumpang di halte Terminal Kalideres, Jakarta, Jumat (20/12/2024). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Ketua Institut Studi Transportasi sekaligus pengamat transportasi Ki Darmaningtyas menolak keras rencana penghapusan Transjakarta koridor I rute Blok M - Kota. Ia menilai tidak tepat jika trayek tersebut tersebut dihapus gegara MRT tahap II selesai dibangun pada 2027 mendatang.
 
“Ini jelas langkah yang tidak tepat. Kadishub dipastikan tidak tahu kondisi lapangan, termasuk kondisi pelanggan MRT dan Transjakarta (TJ),” kata Darmaningtyas dalam keterangannya, Minggu (22/12).
 
“Kalau memahami kondisi atau karakter pelanggan MRT dan TJ tentu tidak akan mengeluarkan pernyataan tersebut,” sambungnya.
 
 
Untuk diketahui, pernyataan ini sebelumnya disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Lupito melalui akun Instagram.
 
Lebih lanjut, Darmaningtyas mengatakan karakter pelanggan Transjakarta (TJ) itu berbeda dengan karakter pelanggan MRT, baik dari aspek sosial ekonomi, tarif, maupun pola perjalanannya. Sehingga tidak bisa keberadaan MRT itu menggantikan layanan TJ, meskipun satu rute.
 
“Pertama, dari aspek social ekonomi, pelanggan MRT memiliki kelas social ekonomi yang lebih tinggi, terlihat dari penampilan fisiknya yang lebih glowing, jenis pakaiannya yang rata-rata bermerk, parfum yang digunakan, maupun tentengan tasnya,” jelasnya.
 
 
Kedua, dari segi tarif, tarif MRT jelas jauh lebih mahal karena berdasarkan jarak tempuh. Saat ini saja, jarak Lebak Bulus – Bunderan HI tarifnya mencapai Rp 14.000. Sedangkan jika naik TJ hanya Rp 3.500.
 
Seandainya, kata Darmaningtyas, pada tahun 2027 nanti tarif TJ naik menjadi Rp 5.000 akan tetap jauh lebih murah dibandingkan tarif MRT dari Lebak Bulus sampai Kota yang mungkin bisa mencapai Rp 30.000.
 
“Dengan tarif sebesar itu, jelas tidak mungkin terjangkau oleh pengguna TJ. Tarif itu terjangkau bagi pengguna mobil pribadi. Jadi semestinya cara berfikir insan Dinas Perhubungan Daerah Khusus Jakarta (DKJ) itu bukan menghapus layanan TJ Koridor 1, tapi bagaimana memindahkan pengguna mobil pribadi ke angkutan umum khususnya MRT,” ungkapnya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore