
Pelaku usaha di Kota Depok diberikan pembinaan oleh PT Karabha Digdaya. (Febry Ferdian/Jawa Pos)
JawaPos.com–Para pelaku UMKM di kawasan Tapos, Kota Depok, mendapat kesempatan mendaftarkan merek dagang mereka secara gratis. Kegiatan itu digelar PT Karabha Digdaya bersama Simanjuntak & Partners Law Office sebagai bentuk dukungan mereka untuk menguatkan bisnis pelaku usaha.
Timothy Ezra Simanjuntak, Founders and Managing Partners dari Simanjuntak and Partners mengatakan, selama ini masih banyak pelaku usaha yang kesulitan mendaftarkan merek dagang mereka. Padahal, pendaftaran merek merupakan hal penting untuk mempersiapkan bisnis mereka semakin kuat.
”Untuk HAKI atau nama merek itu untuk usaha atau seorang pengusaha itu hal pertama yang harus mereka pikirkan sebelum mulai berusaha. Karena nama itu akan melekat di produk mereka selamanya,” kata Timothy Ezra Simanjuntak di kawasan Tapos.
”Kalau mereka mulai usaha dulu, setelah berjalan baru menentukan nama, ternyata nama mereka itu sudah punya orang, ataupun di tengah perjalanan diserobot orang, didaftarkan duluan. Itu permasalahan yang lumayan besar, itu PR banget sih,” jelas dia.
Pihaknya memberikan pendampingan serta sarana pendaftaran merek secara gratis kepada 10 pelaku UMKM di bawah binaan PT Karabha Digdaya. Proses pendaftaran merek dagang atau HAKI telah berjalan. Biasanya kata Timothy, pendaftaran merek dagang bisa berlangsung 10 hingga 13 bulan. Namun, tidak memungkinkan jika proses pendaftaran lebih sebentar atau lebih lama.
”Kita berikan gratis. Mereka hanya bayarkan ke negara. Karena ada biaya negara yang harus dibayarkan, tapi untuk kita tidak ada sama sekali. Kalau untuk biaya ke negara, kebetulan kalau untuk UMKM memang dapat fasilitas khusus ya, Rp 500 ribu untuk biaya resminya atau PNBP ya,” papar Timothy Ezra Simanjuntak.
Sementara itu, Head Of Corporate Office Secretary and Corporation Communication PT Karabha Digdaya Priambodo mengatakan, pemberian sarana pendaftaran HAKI juga merupakan proses agar mereka dapat mengekspor produk keluar negeri.
”Jadi ini merupakan program bagi UMKM yang kami bina di kawasan Tapos. Kami harap produk mereka dapat terus berkembang,” terang Priambodo.
Pihaknya, konsisten melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha. Saat ini, sudah ada lima UMKM di kawasan Tapos yang mampu mengekspor produk ke luar negeri.
”Kalau yang saat ini diberikan sarana pendaftaran ada 10 UMKM. Kami terus berkomitmen untuk membantu pelaku usaha yang ingin berkembang,” jelas Priambodo.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
