
Chintia Suciati, 29, ibu dari bayi yang kritis di ICU RS Harapan Kita (Royyan/JawaPos.com)
JawaPos.com- Seorang bayi bernama Lanala Ayudisa Halim yang masih berumur dua bulan harus mendekam di ruangan ICU Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita dalam kondisi kritis. Hal itu diduga lantaran kelalaian pihak perawat rumah sakit tersebut.
Chintia Suciati, 29, ibu dari bayi tersebut mengatakan bahwa hal itu bermula saat anaknya lahir dalam keadaan sudah didiagnosis mengidap penyakit ileostomi dan kelainan hati di Rumah Sakit Pelni pada 13 Juni lalu.
Setelah itu, selang sebulan, tanggal 12 Juli, bayi yang akrab dipanggil Nala tersebut mesti dirujuk ke RSAB Harapan Kita lantaran kelainan hati yang dideritanya. Pasalnya, bayi itu harus dirujuk ke Poli Gastro.
Dalam perawatan di poli itu, Chintia mengatakan bahwa anaknya sempat mengalami perbaikan dari segi berat badan karena melibatkan beberapa dokter. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi susu yang tepat untuk Nala, yaitu susu Nutribaby Royal Pepti Junior.
"Dari susu Pepti Junior itu perlahan-lahan dia naik berat badannya. Bahkan rekor pertama Nala di angka 2,165 kilogram," kata Chintia saat ditemui wartawan di kediamannya di Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (16/8).
Chintia mengaku senang tiada kepalang saat menemukan perbaikan kondisi anak perempuan pertamanya itu. Namun, itu tak berselang lama. Sebab, pada Senin, 7 Agustus lalu, seorang perawat tiba-tiba memberikan susu dengan jenis lain.
Chintia mengaku sempat bertanya kepada perawat yang memberikan susu dengan jenis berbeda, namun perawat itu menyatakan bahwa itu adalah susu dengan jenis yang sama.
"Terus akhirnya mereka membantah, ya udah saya pikir ini Pepti Junior merek lain. Saya masih positif thinking," ungkapnya.
Namun, yang terjadi keesokan harinya justru terbalik. Seorang pegawai lain di RS Harapan Kita mendatanginya dan meminta maaf lantaran susu yang diberikan kemarin kepada anaknya salah.
"Dikarenakan susu Pepti Juniornya sudah menipis dan kita disuruh beli," kata Chintia.
Namun, di hari itulah juga seketika kondisi Nala memburuk. Meski sudah sejak sehari sebelumnya terlihat ada kuning di tubuhnya, tapi sehari setelah pemberian jenis susu yang berbeda itu kondisinya semakin parah.
"Tiba-tiba hari Selasa itu udah kelihatan semuanya itu makin kuning. Itu kuning dilihat pake kasat mata kalau itu benar-benar kuning udah sampe ke mata, lidah, semua itu udah benar-benar kuning pekat," jelas Chintia.
Imbasnya, di hari-hari kemudian, ibu dari dua anak itu mengatakan bahwa fases Nala mengeluarkan darah yang lagi-lagi menurut perawat itu bukan merupakan darah. Melainkan fases saja.
Hingga akhirnya karena tak ditangani, Nala di malam hari tetiba mengalami kejang-kejang. Perawat baru memanggil dokter yang menangani saat Nala terlihat dadanya kembang-kempis.
"Akhinya Nala dibawa ke ICU. Ternyata di ICU datanglah dokter ICU kalau Nala keadaannya itu udah kompleks banget, kritis, bahkan harapan hidupnya tuh kecil," ucap Chintia dengan nada gemetar.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
