
Polisi mengunjungi bengkel yang viral karena diduga peras pelanggannya di Sentul dan viral di media sosial.
JawaPos.com - Kejadian tidak menyenangkan dialami sepasang suami istri saat hendak berwisata di wilayah Sentul, Kabupaten Bogor. Mereka diduga mengalami pemerasan oleh sebuah bengkel saat berniat mengganti oli mesin motornya yang mogok.
Setelah dilakukan pembongkaran pada kendaraannya, mereka terkejut lantaran diminta membayar sebesar Rp 2,7 juta. Kejadian itu pun sempat viral di media sosial dan telah ditindak lanjut oleh pihak kepolisian setempat.
Kapolsek Babakan Madang Polres Bogor AKP Susilo Tri Wibowo mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (28/4) lalu. Anggotanya pun telah mendatangi bengkel yang bersangkutan untuk mengkonfirmasi perihal kejadian tersebut.
“Dari hasil komunikasi yang kami lakukan dengan pihak bengkel, hal tersebut terjadi karena kurangnya komunikasi saja sejak awal antara konsumen dan pihak bengkel, mengenai pengerjaan bongkar pasang onderdil dari kendaraan yang sudah terlanjur dibongkar tersebut,” ungkap Susilo seperti dikutip Radar Bogor (Jawa Pos Group), Selasa (2/5).
Menurut keterangan pemilik bengkel, kata dia, bahwa motor korban mengalami overheating akibat kehabisan oli mesin. Kerusakan tersebut pun sudah dijelaskan berikut tindak lanjut yang harus dilakukan untuk perbaikan motor tersebut dari pihak bengkel kepada korban. Namun korban merasa keberatan dengan harga perbaikan motor yang dinilainya terlalu mahal tersebut.
“Mengenai hal tersebut kami meminta kepada pihak konsumen yang masih tidak puas perihal kejadian tersebut bisa mendatangi Polsek Babakan Madang untuk sama – sama menyelesaikan masalah ini,” imbaunya.
“Kami tunggu di Polsek Babakan Madang dan kami siap membantu menyelesaikan permasalahan ini,” tambah Susilo.
Diketahui, beredar sebuah video seorang sepasang suami istri yang merasa diperas sebuah bengkel di kawasan Sentul. Aksi pemerasan terjadi saat korban hendak berlibur namun kendaraan yang dibawa mengalami mogok dan mendatangi bengkel yang dimaksud.
Awalnya hanya berniat mengganti oli, mekanik bengkel tersebut tiba-tib membongkar mesin motor korban dengan alasan ada masalah. Namun setelah dilakukan pembongkaran, korban terkejut karena diminta untuk membayar uang sebesar Rp 2,7 juta untuk perbaikan motornya dengan menunjukkan bon onderdil yang harus diganti.
Merasa keberatan, korban pun meminta untuk memasang kembali mesin yang telah dibongkar. Namun korban tetap dimintai biaya sebesar Rp 450 ribu dengan penjelasan biaya ganti bongkar pasang.
Karena korban tak mau membayar biaya untuk pemasangan kembali mesin motornya tersebut, akhirnya korban memilih mengangkut motornya dengan menyewa mobil pikap. Saat korban pergi pun diminta uang sebesar Rp 200 ribu sebagai upah mekanik bengkel.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
