Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 April 2023 | 22.26 WIB

Ini Rerata Penyebab Terjadinya Kebakaran di DKI Jakarta Selama Ramadan

JawaPos.com - Peristiwa kebakaran yang terjadi di DKI Jakarta selama Ramadan masih didominasi karena masalah kelistrikan. Namun begitu, beberapa penyebab lain seperti kelalaian pemilik bangunan juga turut berkontribusi membuat si jago merah merajalela.

Ilustrasi kebakaran. Antara

 
"Ada sih rata-rata memang hampir 70 persen penyebabnya itu karena korsleting listrik, tapi ada penambahannya di kelalaian, kelalaian penggunaan kompor ya," ujar Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (4/4).
 
 
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, selama Ramadan tahun ini yang dimulai tanggal 23-28 Maret 2023, dari 33 kasus kebakaran, 23 penyebabnya adalah lantaran listrik, 3 kejadian karena gas, 1 kejadian karena membakar sampah, dan 7 kebakaran karena penyebab lainnya.
 
Selain itu, Satriadi membeberkan alasan kebakaran lebih sering terjadi di bulan Ramadan karena aktivitas ekonomi juga semakin meningkat. Menurutnya, frekuensi kebakaran berbanding lurus dengan aktivitas ekonomi.
 
"Aktivitas ekonominya meningkat karena menghadapi lebaran. Nanti kalau udah kosong-kosong, pada mudik, nah kebakaran juga mulai kecil karena itu kan dilihat dari aktivitas ekonomi," jelasnya.
 
"Dalam rangka persiapan mudik lebaran kan kayak model usaha-usaha untuk mencapai target produksinya otomatis penggunaan kelistrikan semakin meningkat," sambung Satriadi.
 
Belum lagi, dengan segala permasalahan tata kota di Jakarta, ia mengungkapkan bahwa kebakaran memang agak sulit diantisipasi.
 
 
"Jakarta tahu sendiri kan dengan aktivitas ekonominya, ditambah dengan tata kotanya yang masih bangunan padat hunian, semi permanen masih banyak," ucapnya.
 
Untuk menghindari penambahan kejadian kebakaran di ibu kota, Satriadi mengatakan telah melakukan sosialisasi kepada warga-warga agar mengantisipasi alat-alat yang bisa membuat potensi kebakaran.
 
"Antisipasi saat-saat ini masih melakukan sosialisasi lewat pengeras suara di masjid dan musala, woro-woro juga antisipasi bahaya kebakaran di bulan suci Ramadan ini," pungkasnya.
 
Sebelumnya, jumlah frekuensi kebakaran di DKI Jakarta selama sepekan Ramadan tahun ini, mulai dari tanggal 23-28 Maret 2023 tercatat ada 33 kejadian. 
 
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan, tahun 2021 total kebakaran di bulan Ramadan mencapai 144 kasus. Sedangkan bulan Ramadan tahun 2022 kebakaran mencapai 165 kasus.
 
 
"Kalau dari tahun kemarin sampai dengan tahun ini kita masih di bawah tahun-tahun sebelumnya secara frekuensinya. Tapi tahun ini kan belum selesai," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (5/3).
Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore