Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 April 2023 | 22.10 WIB

Lalai Jadi Pemicu Dominan Kebakaran di Jakarta

Suasana permukiman penduduk yang hangus terbakar dari dampak kebakaran Depo Pertamina Plumpang di Jalan Koramil, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta, Sabtu (4/3/2023). Dalam Kejadian ini tercatat  17 meninggal dunia, 49 luka berat, dan 2 luka sedang. Foto: - Image

Suasana permukiman penduduk yang hangus terbakar dari dampak kebakaran Depo Pertamina Plumpang di Jalan Koramil, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta, Sabtu (4/3/2023). Dalam Kejadian ini tercatat 17 meninggal dunia, 49 luka berat, dan 2 luka sedang. Foto:

JawaPos.com - Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan menyebut, pemicu utama terjadinya kebakaran di ibu kota selama Ramadan, yakni kelalaian dari warga atau korban.

"Ada penambahannya (faktor kebakaran) di kelalaian. Kelalaian karena lupa atau karena ketiduran, ya, kecapekan," ujar Satriadi saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (4/4).

Kelalaian itu biasanya berupa penggunaan kompor. Ada yang tak menempelkan regulator dengan baik di tabung gas. Ada pula yang lupa mematikan api yang menyala saat memasak.

Pemicu lainnya yang tidak kalah abai adalah api rokok di rumah. Api rokok itu bisa memicu kebakaran di permukiman.

"Terus rokok juga ada kemarin gara-gara rokok. Merokok sambil tidur, terus jatuh rokoknya kan. Kelalaian lah," jelas Satriadi.

Ramadan 1444 H/2023 M berlangsung sejak 23 Maret. Nah, Satriadi menyebut, penyebab kebakaran durasi itu yang disebabkan gas sebanyak dua kejadian.

Sebelumnya, jumlah frekuensi kebakaran di DKI Jakarta selama sepekan pertama Ramadan 2023 atau lima hari tercatat 33 kejadian.

Pekan Pertama Ramadan, Jakarta Dilanda 33 Kebakaran

Suasana permukiman penduduk yang hangus terbakar dari dampak kebakaran Depo Pertamina Plumpang di Jalan Koramil, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta, Sabtu (4/3/2023). Dalam Kejadian ini tercatat 17 meninggal dunia, 49 luka berat, dan 2 luka sedang. Foto:

Masyarakat diminta untuk lebih waspada selama bulan Ramadan. Ibadah puasa harus jangan sampai membuat jadi abai. Buktinya sepekan pertama Ramadan, mulai dari 23 hingga 28 Maret telah terjadi 33 kebakaran di DKI Jakarta.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan, angka 33 kasus baru untuk sepekan pertama. Sementara Ramadan masih tersisa dua pekan lagi. Artinya, potensi kebakaran tetap ada.

Satriadi menyebut, pada 2021 total kebakaran selama Ramadan mencapai 144 kasus. Untuk 2022, jumlah kebakaran mencapai 165 kasus selama bulan puasa.

"Kalau dari tahun kemarin sampai dengan tahun ini kita masih di bawah tahun-tahun sebelumnya secara frekuensinya. Tapi tahun ini kan belum selesai," ujar Satriadi Gunawan saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (5/3).

Dari 33 kejadian kebakaran tersebut, sambung Satriadi, si jago merah paling banyak melahap daerah Jakarta Selatan dengan 10 kejadian. Kemudian Jakarta Utara (7), Jakarta Pusat (6), Jakarta Barat (6), dan Jakarta Timur (4).

"Terus kalau secara kualitasnya malah mengalami penurunan juga. Masyarakat karena respons dan kecepatan kita menangani kebakaran semakin cepat jadi otomatis kualitasnya makin menurun," klaimnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore