Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Juli 2022 | 18.56 WIB

Sindir Megawati, Pembeli: Bilang Enak Aja, Gak Semua Makanan Digoreng

Pedagang mengantre untuk membeli minyak goreng curah murah di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (9/3/2022). Kemendag dan BUMN menyediakan sebanyak 8000 liter minyak goreng curah per hari ini. Operasi minyak goreng  ini dijual kepada pedagang Rp 10.500/l - Image

Pedagang mengantre untuk membeli minyak goreng curah murah di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (9/3/2022). Kemendag dan BUMN menyediakan sebanyak 8000 liter minyak goreng curah per hari ini. Operasi minyak goreng ini dijual kepada pedagang Rp 10.500/l

JawaPos.com - Meski harga bahan pokok naik di pasar-pasar, pembeli tetap berdatangan untuk membeli keperluannya di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (25/7).

Seperti halnya Darmi, 64, salah satu pengunjung yang membeli sayuran untuk kebutuhan sehari-hari mengakui bahwa harga-harga bahan pokok memang naik. Namun begitu, ia merasa tidak bisa apa-apa dan tetap membeli kebutuhannya dengan harga yang diberikan penjual.

"Ya, masa jadi nggak makan. Orang kan butuh makan. Jadi, harga mahal juga tetap aja dibeli," keluhnya kepada JawaPos.com.

Darmi mencontohkan saat kasus kenaikan harga minyak goreng kemarin, ia menyatakan tetap mencari dan membeli minyak tersebut meski harganya melambung tinggi. Hal itu menurutnya karena orang-orang membutuhkan minyak untuk menggoreng aneka macam masakan.

"Orang bilang enak aja gak semua makanan digoreng, bisa direbus. Tapi, kan ada yang harus digoreng. Apalagi buat orang yang memang jualan makanan yang digoreng," sindirnya terhadap ucapan Megawati Soekarnoputri tempo hari.

Untuk menyiasati harga bahan pokok yang melambung, Rupinah menyatakan hanya membeli bahan seperti bawang merah, cabe, dan sayur-sayuran secara eceran. Namun begitu, harga eceran bahan tersebut juga naik. Ia membeli bawang merah dengan harga Rp 17 ribu untuk seperempat kilogram, padahal asalnya hanya Rp 10 ribu.

"Jauh banget, kan, bedanya. Ini sayur aja kemarin bisa beli cuma Rp 2-3 ribu, sekarang harus Rp 5 ribu," keluhnya.

Rupinah menyebut kenaikan harga tersebut bagi kalangan ke atas mungkin masih normal dan biasa saja, tapi bagi dirinya dan orang dari kalangan menengah ke bawah tetap menyusahkan.

"Yang bingung ini yang menengah ke bawah. Yang penghasilannya nggak seberapa, ini ngaturnya gimana, ya," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore