
Petugas menyuntikkan vaksin Covid-19 dosis ketiga (booster). Dhemas Reviyanto/Antara
JawaPos.com–Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama kementerian kesehatan (kemenkes) sedang meneliti spesimen yang diduga merupakan varian baru virus korona (Covid-19). Itu dilakukan bekerja sama dengan laboratorium swasta.
”Kita prinsipnya tidak semua tapi ada beberapa spesimen atau sampel yang kita curigai dengan gejala tertentu. Itu kita telaah lebih lanjut, kita kirim ke Litbangkes dan lab swasta untuk mendeteksi apakah sudah ada varian baru atau tidak,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti seperti dilansir dari Antara di Balai Kota, Jakarta, Kamis (7/4).
Widyastuti menekankan tidak ada perbedaan terkait tracing, testing, treatment (3T). Hanya saja Dinkes DKI menyesuaikan regulasi Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 terkait Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).
”Kami untuk yang tracing sih sama tetapi kita tentu mengikuti juga regulasi di tingkat pusat seperti halnya sudah dikeluarkan SE dari Satgas pada 5 April,” ujar Widyastuti.
Untuk PPLN yang dilakukan entry test adalah apabila menunjukkan gejala. Apabila vaksinnya sudah lengkap tidak perlu karantina. ”Apabila suhunya di atas 37 derajat baru dilakukan entry test,” terang Widyastuti.
Meski demikian, Dinas Kesehatan DKI Jakarta tetap meningkatkan upaya mendeteksi varian baru Covid-19 yang dikabarkan sudah memasuki Thailand. Di samping menggalakkan 3T, meski di bulan puasa, Dinas Kesehatan DKI tetap menggenjot vaksinasi dengan membuka titik vaksinasi di tempat ibadah.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memanfaatkan momen salat tarawih agar laju vaksinasi lebih cepat. Apalagi fatwa MUI mengatakan, vaksinasi tidak membatalkan puasa.
Berdasarkan data 6 April, Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat jumlah kasus aktif di Jakarta naik 217 kasus. Sehingga, jumlah kasus aktif kini sebanyak 5.455 (orang yang masih dirawat/isolasi).
Data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat telah dilakukan tes PCR sebanyak 13.122 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 12.203 orang dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 753 positif dan 11.450 negatif.
Selain itu, dilakukan pula tes antigen sebanyak 20.373 orang, dengan hasil 174 positif dan 20.199 negatif. Hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.
Untuk vaksinasi, total dosis 1 telah menjangkau sebanyak 12.483.133 orang dengan proporsi 70,3 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 29,7 persen warga KTP non DKI. Sedangkan dosis 2 mencapai 10.585.620 orang dengan proporsi 73,5 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 26,5 persen warga KTP non DKI. Adapun total dosis 3 sampai saat ini sebanyak 2.847.999 orang.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
