
Photo
JawaPos.com - Penilaian terakhir pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), dilakukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Kemenpan RB). Kamis (26/11), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Narkotika Jakarta, disambangi tim penilai untuk melihat berbagai fasilitas yang ada.
Dalam kunjungan tersebut, tim penilai terjun langsung melihat sarana prasarana dan fasilitas penunjang pelayanan publik di Pusat Pelayanan Terpadu Lapas Klas IIA Narkotika Jakarta. Berbagai fasilitas diperiksa tim penilai yang cukup takjub melihat peralatan pemeriksaan sejak awal masuk ke dalam lapas hingga didalamnya.
Kalapas Klas IIA Narkotika Jakarta, Oga Darmawan mengatakan, pihaknya terus memperbaharui area-area pelayanan publik. Termasuk delapan inovasi unggulan berbasis Informasi Teknologi (IT). "Ini diciptakan untuk memudahkan pelayanan dan memangkas praktek pungli, korupsi dan gratifikasi," katanya, Kamis (26/11).
Dikatakan Oga, kedelapan inovasi terbaru itu adalah memudahkan warga binaan pemasyarakatan (WBP) atas kepastian hukum mereka. Sehingga, dengan komputerisasi yang sudah disiapkan, mereka bisa mengecek remisi hingga pembebasan bersyarat. "Semua datanya lengkap, hanya dengan menempelkan sidik jari semua data WBP tertera," ujarnya.
Inovasi lain, kata Oga, adalah penjualan produk makanan yang dijual dengan harga yang sesuai layaknya minimarket. Dimana pihaknya melibatkan jerra wallet dalam program tersebut. "Jadi tak adalagi anggapan korupsi jual barang dan jika kunjungan sudah dibuka, keluarga tak repot membawa barang-barang," ungkapnya.
Selanjutnya, sambung Oga, bila kunjungan kembali normal, pihaknya sudah menyiapkan daftar kunjungan online. Hal itu untuk memudahkan warga yang akan menjenguk tanpa harus datang buru-buru ke lapas. "Keluarga WBP nanti bisa berkunjung kapan, jam berapa, semua sudah tertera. Ini juga untuk mencegah kerumunan," terangnya.
Dengan pelayanan yang diberikan itu, sambung Oga, ditengah pandemi Covid-19, Lapas Narkotika Jakarta terus berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan publik yang mudah, praktis dan gratis. Sehingga kedepannya tidak menjadi alasan pelayanan public menjadi terhambat. "Semua inovasi yang kami berikan untuk memudahkan warga dan menciptakan lapas klas IIA Narkotika Jakarta bebas korupsi," ungkapnya.
Saat ini juga, lanjut Oga, seluruh pelayanan yang ada sudah berbasis IT, seperti layanan informasi sudah bisa diakses melalui nomor Whatsapp dan sosial media, layanan kunjungan dialihkan menjadi layanan video call, dan Layanan Pengaduan sudah bisa diakses melalui nomor Whatsapp dan sosial media.
“Saya berkomitmen dan mengajak seluruh jajaran untuk terus meningkatkan pelayanan dan kepuasan pelayanan, menjauhi praktek korupsi, pungli dan gratifikasi. Mari bersama mewujudkan Lapas Narkotika Jakarta menuju wilayah bebas dari korupsi dan bersih melayani," pungkasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=bbECprka9e0

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
