Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 September 2020 | 04.24 WIB

Dalam Sembilan Bulan Ini, Pemprov DKI Sudah Memakamkan 33.520 Orang

Petugas memakamkan jenazah korban Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Senin (7/9/2020). Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto mengklaim case fatality rate atau tingkat kematian akibat Covid-19 - Image

Petugas memakamkan jenazah korban Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Senin (7/9/2020). Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto mengklaim case fatality rate atau tingkat kematian akibat Covid-19

JawaPos.com - Pandemi Covid-19 secara langsung memberikan dampak cukup signifikan terhadap angka kematian di DKI Jakarta. Selama periode 2020, tercatat sampai dengan September, sudah dilakukan pemakaman jenazah Covid-19 sebanyak 33.520 orang.

Angka tersebut sudah menyamai angka penguburan jenazah di Jakarta selama periode 2019 yakni berjumlah 33.649 orang. Berdasarkan data Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta. Sepanjang periode 2019, angka penguburan perbulan stabil pada kisaran 2.700 orang. Hanya bulan Maret saja yang menyentuh angka 3.153.

Sedangkan, grafik kenaikan terjadi selama periode 2020. Pada Januari pemakaman jenazah berjumlah 3.303 orang, kemudian turun pada Februari hanya 2.744 penguburan. Kemudian melonjak drastis pada Maret saat pandemi Covid-19 terjadi, angka penguburan sebanyak 4.245 orang.

Selanjutnya pada April sebanyak 4.450 orang dikubur, Mei 4.455 orang, Juni 3.975 orang, Juli 4.214 orang, Agustus 4.730 orang dan September hanya sampai tanggal 11 sudah sebanyak 1.404 orang.



























































































Bulan 2019 2020 Protokol Covid-19
Januari 2.783 3.303
Februari 2.934 2.744
Maret 3.153 4.245 354
April 2.790 4.450 1.241
Mei 2.806 4.455 892
Juni 2.773 3.975 575
Juli 2.632 4.214 630
Agustus 2.673 4.730 1.183
September 2.649 1.404 485
Oktober 2.815
November 2.770
Desember 2.871
Total 33.649 33.520 5.360
Data: Diolah dari website Pemprov DKI

Sementara itu, untuk pemakaman jenazah dengan prosedur Covid-19 pada periode Maret-September berjumlah 5.360 orang. Penguburan dengan prosedur ini terjadi pada April (1.241 orang) dan Agustus (1.183 orang).

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan mengembalikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total juga turut dipengaruhi oleh angka kematian yang tinggi. Sampai dengan September 2020, tingkat kematian di Jakarta berkisar 2,7 persen.

Angka tersebut sebetulnya lebih rendah dibanding tingkat kematian nasional 4,1 persen dan tingkat kematian global 3,3 persen. "Walaupun tingkat kematian di jakarta ini terus menurun, tapi jumlah absolutnya tambah. Secara absolut, jumlah kematian harian kita juga tambah," kata Anies.

Dia menyampaikan, angka kematian sempat menurun ketika Jakarta menerapkan PSBB pertama kali. Namun, situasi berbalik ketika PSBB dikendorkan menjadi masa transisi. Sejak pertengahan Agustus hingga September grafik kematian terus meningkat.

"Di sini lah kita menyaksikan angkanya makin hari makin tinggi. Jadi bila diperhatikan, di awal kita menyaksikan angka kematian tinggi, lalu turun, lalu datar, dan dalam dua minggu terakhir ini angka kematian meningkat kembali," ujar Anies.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore