
USIR LEMBAP: Petugas membersihkan, merawat, dan menyemprotkan disinfektan ke bioskop secara berkala. (Cinema XXI for Jawa Pos)
JawaPos.com – Pemerintah DKI Jakarta berencana membuka kembali bioskop. Meski angka penularan coronavirus disease 2019 (Covid-19) belum turun, pemda menyebutkan bahwa keputusan membuka bioskop sudah sesuai dengan kajian.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan, pihaknya telah mengkaji rencana pembukaan bioskop. Bioskop yang buka pun harus mengikuti protokol kesehatan. ’’Jadi, semuanya harus disiplin, mengikuti protokol. Bila tidak diikuti, langsung kita akan lakukan penutupan,’’ ujarnya dalam konferensi pers di BNPB kemarin (26/8).
Pemerintah DKI Jakarta, kata dia, akan menyiapkan regulasi secara lengkap. Aturan itu mencakup banyak hal. Misalnya, kualifikasi siapa saja yang bisa menonton di bioskop, pemesanan tiket via online, masker, filtrasi udara, pembersihan secara teratur, dan pengaturan tempat duduk.
Baca juga: Virus Korona Bisa Menyebar Lewat Airborne, Bioskop Diminta Tak Dibuka
Menurut Anies, pelaku industri bersiap sejak Juni lalu. Waktu itu DKI Jakarta memasuki masa transisi pembatasan sosial berskala besar.
Terkait dengan kajian, Anies mengatakan bahwa ada keunikan dalam kegiatan di bioskop. Aktivitas di bioskop jauh lebih aman daripada tempat-tempat seperti kantor dan restoran. Sebab, penonton tidak saling berhadapan dan tidak berbicara satu sama lain.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, rencana pembukaan bioskop itu sudah mendapat restu Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19. Pertimbangannya adalah aspek kesehatan, sosial, dan ekonomi dengan menjaga protokol kesehatan. ’’Pembukaan dilakukan bertahap,’’ tuturnya. Satgas pusat dan daerah-lah yang akan memastikan. ’’Seluruh prosesnya selalu mengutamakan keselamatan masyarakat luas,’’ imbuh dia.
Baca juga: Satgas Covid-19 Sebut Bioskop Bisa Tingkatkan Imunitas Masyarakat
Sementara itu, Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah menyatakan, kasus positif di perkotaan menyumbang angka yang lebih tinggi di data nasional. Hasil analisis periode 23 Agustus menunjukkan, perkotaan di Indonesia menyumbang 92.953 kasus konfirmasi atau 64,83 persen, sedangkan kabupaten menyumbang 50.415 kasus atau 35,17 persen.
Baca juga: Anies Segera Buka Bioskop di Jakarta dengan Protokol Ketat
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=08WrbtOg19c

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
