
Salah satu pasien terkonfirmasi potitif tiba di tempat isolasi Covid-19 Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, di Badan Pelayanan Kesehatan Cikarang Utara, Rabu (26/8). Pradita Kurniawan Syah/Antara
JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mencatat, sedikitnya ada 30 perusahaan yang melaporkan temuan kasus positif Covid-19 karyawannya. Sehingga, menimbulkan klaster baru di sektor industri.
”Ada 30 lebih perusahaan yang mengonfirmasi karyawannya positif. Itu tersebar di seluruh Kabupaten Bekasi,” kata Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi Nur Hidayah seperti diansir dari Antara di Badan Pelayanan Kesehatan Cikarang Utara.
Nur menyebut, salah satu klaster dengan jumlah kasus terbesar terjadi di PT LG Electronic Indonesia. Berdasar data Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi, jumlah karyawan yang terkonfirmasi positif bertambah empat menjadi total 242 orang.
Dia menganggap kondisi itu masih terkendali meski jumlah klasternya tergolong tinggi. Sebab, jumlah karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19 di setiap perusahaan cenderung tidak signifikan. ”Angka masih kisaran satu–dua kasus di perusahaan. Hanya memang ini tentu perlu ditekan,” ujar Nur.
Berdasar hasil peninjauan di sejumlah perusahaan, kata dia, protokol kesehatan sebenarnya telah diterapkan. Namun, masih terdapat sejumlah celah yang menjadi klaster baru seperti kerumunan di kantin saat jam istirahat serta penggunaan alat makan yang bersamaan.
”Sebagai contoh LG itu protokolnya bagus, safety-nya bagus, K3-nya juga bagus. Tapi ternyata sebagus apapun menerapkan protokol kesehatan tapi kalau celahnya tidak ditutup jadi seperti ini. Dari analisis kami, di LG ada beberapa hal yang masih terakses bersama, misalnya peralatan makan atau saat berkumpul di kantin. Pokoknya aktivitas yang mengharuskan melepaskan masker,” ucap Nur.
Selain aktivitas di kantin, potensi persebaran Covid-19 lainnya terjadi saat pergerakan karyawan khususnya dari rumah ke tempat kerja. Di Kabupaten Bekasi terdapat sedikitnya 4.000 pabrik dengan jumlah pekerja mencapai 1,5 juta orang. Jumlah pekerja itu tiap hari bergerak karena tidak sedikit yang berdomisili di luar Kabupaten Bekasi.
”Ada 1,5 juta pekerja Kabupaten Bekasi yang semuanya tidak tinggal di Kabupaten Bekasi, tapi juga di Kota Bekasi dan Jakarta. Setiap pergerakan pekerja itu berpotensi. Ke depan kami harus menekan potensi sumber persebaran,” kata Nur Hidayah.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=YTwNg4Oty40

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
