Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 31 Maret 2020 | 04.44 WIB

Memahami Beda Data Kasus Covid-19 Milik Pemprov DKI dan Pusat

ILUSTRASI. Para peneliti dan akademisi berlomba untuk mencegah dan menemukan antivirus COVID-19. (The Verge) - Image

ILUSTRASI. Para peneliti dan akademisi berlomba untuk mencegah dan menemukan antivirus COVID-19. (The Verge)

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan pemakaman dan pemulasaran jenazah menggunakan protap Covid-19 selama periode 6-29 Maret 2020. Angka kematian di DKI 283, lebih tinggi dibanding dari data pemerintah pusat yang mengumumkan korban jiwa akibat korona baru sejumlah 122 orang.

Terkait itu, Anies mengatakan, 283 orang yang dimakamkan ini bukanlah pasien positif korona. Sehingga tidak bisa dibandingkan dengan jumlah korban meninggal yang diumumkan pemerintah pusat. Pasalnya, keduanya merupakan data yang berbeda.

"Artinya ini adalah mungkin mereka-mereka yang belum sempat dites karena itu tidak bisa disebut sebagai positif (korona) atau sudah dites tapi belum ada hasilnya, kemudian wafat," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (30/3).

Guna mencegah adanya potensi penularan apabila kemudian hari pasien ini dinyatakan positif korona, maka penguburan dilakukan sesuai protap Covid-19. Yakni jenazah dimasukan ke dalam peti jenazah, dan harus dikebumikan kurang dari 4 jam.

Sedangkan bagi petugas yang memakamkan, juga harus dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD). Hal ini guna mencegah penularan, apabila jenazah memang dinyatakan positif korona.

Diketahui, pemerintah pusat menyampaikan, angka kasus positif pada Senin (30/3) sudah mencapai 1.414 kasus positif. Lebih dari 3 hari berturut-turut, jumlah penambahan kasus baru yang positif setiap harinya lebih dari 100 kasus baru.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan, pertambahan angka kasus positif itu bukan semata-mata terkait rapid test atau tes massal cepat yang dilakukan. Akan tetapi, ini menjadi bukti bahwa penularan masih terjadi di masyarakat.

Sedangkan kasus kematian juga masih bertambah. Ada 8 tambahan kasus meninggal dunia sehinggal totalnya kini menjadi 122 jiwa meninggal dunia. “Yang sembuh bertambah 11 orang totalnya menjadi 75 orang sudah sembuh,” kata Yuri.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore