
Photo
JawaPos.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang perdana terhadap tersangka pembunuhan sadis di Lebak Bulus, Aulia Kesuma dan Geovani Kelvin. Keduanya diagendakan mendengar dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Sidang dimulai sekitar pukul 16.45 WIB. Aulia tampak masuk ruang persidangan menggunakan rompi tahanan berbalut kerudung biru dongker. Sedangkan Kelvin terlihat mengenakan kemeja putih dan kacamata.
Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka saat memasuki ruang persidangan. Keduanya memilih langsung masuk ruang sidang dan duduk di kursi pesakitan.
Saat persidangan baru dimulai, Aulia terlihat langsung bercucuran air mata. Tangis pecah ketika hakim ketua sedang mengklarifikasi identitas para tersangka sebelum dakwaan dibacakan.
"Kenapa menangis," tanya hakim ketua dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (10/2).
"Teringat suami," jawab Aulia sambil mengusap air mata yang berlinang di pipinya.
Persidangan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan dakwaan setelah Hakim Ketua selesai mengklarifikasi identitas dua tersangka.
Seperti diketahui, warga Jalan Cidahu-Parakansalak Sukabumi, Jawa Barat dihebohkan dengan terbakarnya sebuah mobil dengan nomor polisi B 2983S ZH, Minggu (25/8). Pasalnya, saat api berhasil dipadamkan, ditemukan dua mayat pria. Mereka teridentifikasi ayah dan anak berinisial ECP, 54, alias Pupung dan D, 23. Keduanya merupakan warga Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Jerry Siagian mengatakan, dari keterangan yang didapat dari dua pelaku intelektual kasus ini, Aulia Kesuma (AK), 35 dan anaknya, KV, mereka menyatakan membunuh korban dengan obat tidur yang dicampur ke dalam jus dan miras. Setelah tak sadarkan diri, korban dibekap hingga tewas.
Pemberian obat tidur itu diberikan kepada ECP di rumahnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Sedangkan D dicecoki miras oleh KV hingga pingsan di salah satu kamar rumahnya. Saat tak sadarkan diri, D langsung dibekap hingga tewas. Tersangka AK diketahui merupakan istri dari ECP.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
