
Photo
JawaPos.com - Komitmen dalam menjaga keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem menjadi hal yang penting. Hal itu turut disadari oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Melalui The Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology (SEAMEO Biotrop), Kemendikbudristek berkolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan Kampanye Gerakan Penanaman Pohon Langka.
Kampanye ini merupakan bentuk kepedulian Kemendikbudristek dan seluruh pemangku kepentingan terhadap pelestarian hayati di Indonesia dan sebagai bentuk komitmen negara Indonesia dalam penurunan gas karbon. 65 pohon langka pun sudah ditanamkan di lingkungan IPB.
Direktur Seameo Biotrop, Zulhamsyah Imran mendukung kegiatan ini. Ia mengajak para generasi muda untuk terus melakukan dan melanjutkan kegiatan yang memberikan dampak baik terhadap alam Indonesia.
“Saya ingin mengajak menanam, dan mencintai pohon sejak kecil, agar kita bisa menikmati keindahan dan manfaat dari pohon,” tutur dia dalam keterangannya, Minggu (19/9).
Dalam mengkampanyekan gerakan penanaman pohon langka, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Alumni (DPP HA) IPB, Fathan menegaskan bahwa sangat diperlukan konsistensi dan kontinuitas untuk mendorong lebih jauh proses gerakan ini.
“Ketahanan dan komitmen yang akan mendorong lebih jauh proses peradaban ini muncul di kalangan para alumni, sehingga ketika generasi berikutnya memahami bagaimana kerja ekosistem terbentuk, mereka akan mengingat bagaimana konstruksi lingkungan itu terbentuk yang salah satunya melalui penanaman pohon, terutama pohon langka untuk menjaga plasma nutfah,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor IPB Arif Satria mengatakan, mindset baru di kalangan masyarakat atau regenerative mindset juga diperlukan untuk mendorong keberlanjutan dalam gerakan penanaman pohon langka ini.
“Regenerative mindset perlu dibangun karena saat ini yang diperlukan bukan hanya menjaga dan membiarkan pohon berkembang, tetapi lebih dari itu, yaitu menanam lebih banyak pohon, supaya kita semakin gemar dalam menanam pohon,” katanya.
Arif Satria menambahkan bahwa ke depan, diperlukan konsep triple bottom line yang perlu dibangun untuk menjaga keberlanjutan gerakan ini. Triple bottom line terdiri dari profit, people, dan planet.
"Harus diperhatikan sehingga bukan hanya berbicara mengenai keuntungan tetapi juga dampaknya terhadap lingkungan agar terciptanya keberlanjutan dalam menjaga ekosistem lingkungan,” pungkas dia.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
