Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Februari 2020 | 02.45 WIB

Banjir Bandang Mulai Surut, Warga Lebak Masih Mengungsi

Ilustrasi kerusakan yang ditimbulkan pasca banjir bandang yang menimpa Kabupaten Lbak beberapa waktu lalu - Image

Ilustrasi kerusakan yang ditimbulkan pasca banjir bandang yang menimpa Kabupaten Lbak beberapa waktu lalu

JawaPos.com - Lebih dari sebulan banjir bandang menimpa Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten. Bahkan, hingga saat ini, ratusan warganya masih mengungsi. Meskipun air berangsur surut, para warga masih enggan untuk pulang ke rumah masing-masing.

Salah satunya Rumana, warga yang menempati pengungsian mengatakan bahwa alasan warga lainnya masih bertahan di tenda pengungsian karena masih takut untuk kembali ke rumahnya masing-masing. "Permukiman kami di Kampung Cigobang, Banjasari kini telah menjadi zona merah dan tak layak lagi ditempati," jelas Rumana dalam siaran pers, Senin (10/2).

"Rumah-rumah warga sampai saat ini juga masih terkubur lumpur tebal yang tingginya sampai setengah rumah warga. Sudah enggak mau balik lagi ke sana,” tutur dia.

Bahkan, kondisi pengungsian warga Kampung Cigobang juga sangat memprihatinkan setelah ditempati lebih dari sebulan. Para warga yang berada di sana, tinggal di terpal tipis, tidak ada listrik yang membuat malam sangat gelap karena minim penerangan.

"Kondisi tanah juga masih labil, saat hujan turun tanah dapat menjadi lumpur dan membuat kondisi tenda menjadi lembab," kata dia.

Pengungsi lainnya, Adi menyebutkan bahwa alasan mereka bertahan mengungsi di lokasi tersebut karena masih beraktivitas mengurusi lahan dan kebun yang ditanam. Padahal, pihak terkait telah meminta warga untuk memilih lokasi pengungsian lain yang lebih aman.

“Kami di sini punya lahan kebun dan sawah yang harus diurusi. Memang ada saran untuk pindah lokasi pengungsian, tapi cukup jauh. Sedangkan sawah dan kebun ini jadi sumber penghasilan kami selama mengungsi,” kata dia.

Adi menambahkan, berbagai kebutuhan di pengungsian sangat terbatas. Pasokan pangan juga mulai berkurang karena sudah mulai sedikitnya bantuan yang dikirim untuk mereka. Belum lagi pakaian hangat yang sangat dibutuhkan mengingat saat ini hujan masih sering turun dengan intensitas yang cukup tinggi. “Sekarang pun makin hari pengungsinya semakin banyak,” tuturnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore