
Ilustrasi kerusakan yang ditimbulkan pasca banjir bandang yang menimpa Kabupaten Lbak beberapa waktu lalu
JawaPos.com - Lebih dari sebulan banjir bandang menimpa Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten. Bahkan, hingga saat ini, ratusan warganya masih mengungsi. Meskipun air berangsur surut, para warga masih enggan untuk pulang ke rumah masing-masing.
Salah satunya Rumana, warga yang menempati pengungsian mengatakan bahwa alasan warga lainnya masih bertahan di tenda pengungsian karena masih takut untuk kembali ke rumahnya masing-masing. "Permukiman kami di Kampung Cigobang, Banjasari kini telah menjadi zona merah dan tak layak lagi ditempati," jelas Rumana dalam siaran pers, Senin (10/2).
"Rumah-rumah warga sampai saat ini juga masih terkubur lumpur tebal yang tingginya sampai setengah rumah warga. Sudah enggak mau balik lagi ke sana,” tutur dia.
Bahkan, kondisi pengungsian warga Kampung Cigobang juga sangat memprihatinkan setelah ditempati lebih dari sebulan. Para warga yang berada di sana, tinggal di terpal tipis, tidak ada listrik yang membuat malam sangat gelap karena minim penerangan.
"Kondisi tanah juga masih labil, saat hujan turun tanah dapat menjadi lumpur dan membuat kondisi tenda menjadi lembab," kata dia.
Pengungsi lainnya, Adi menyebutkan bahwa alasan mereka bertahan mengungsi di lokasi tersebut karena masih beraktivitas mengurusi lahan dan kebun yang ditanam. Padahal, pihak terkait telah meminta warga untuk memilih lokasi pengungsian lain yang lebih aman.
“Kami di sini punya lahan kebun dan sawah yang harus diurusi. Memang ada saran untuk pindah lokasi pengungsian, tapi cukup jauh. Sedangkan sawah dan kebun ini jadi sumber penghasilan kami selama mengungsi,” kata dia.
Adi menambahkan, berbagai kebutuhan di pengungsian sangat terbatas. Pasokan pangan juga mulai berkurang karena sudah mulai sedikitnya bantuan yang dikirim untuk mereka. Belum lagi pakaian hangat yang sangat dibutuhkan mengingat saat ini hujan masih sering turun dengan intensitas yang cukup tinggi. “Sekarang pun makin hari pengungsinya semakin banyak,” tuturnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
