
Suasana sepi berlangsung di Pantai Ancol, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (14/3/2020). Taman Impian Jaya Ancol ditutup selama dua pekan ke depan terkait antisipasi virus corona itu. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Saefullah menyebut reklamasi Taman Impian Jaya Ancol tidak akan mengganggu nelayan. Sebab, lokasi yang akan dibuat daratan baru bukan wilayah nelayan mencari ikan.
Selain itu, habitat ikan di lokasi tersebut pun sangat minim. Dengan begitu, nelayan tak perlu khawatir mata pencahariannya akan berkurang dengan adanya pembangunan tersebut.
"Perluasan lokasi Ancol dipilih karena dinilai sebagai lokasi yang tidak bersinggungan dengan kepentingan nelayan," kata Saefullah di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (3/7).
Proses reklamasi akan dilakukan sesuai program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) dan Jakarta Urgent Flood Mitigation Project (JUFMP). Diperkirakan pengerukan tanah akan terjadi sekitar 3.441.870 meter kubik yang berasal dari sungai dan waduk.
Material tersebut berupa lumpur yang akan mengeras menjadi tanah seiring berjalannya waktu. Pemprov pun akan memastikan lumpur tersebut tidak tercecer di dasar laut.
"Tanah hasil pengerukan ditumpuk di pantai utara Jakarta. Tepatnya di wikayah Ancol Timur dan Ancol Barat. Menempel langsung dengan area yang dikelola Taman Impian Jaya Ancol," imbuh Saefullah.
Saefullah memastikan, proyek ini telah melalui kajian dampak lingkungan. Meliputi penanggulangan banjir yang terintegrasi, dampak pemanasan global, perencanaan pengambilan material perluasan kawasan, perencanaan infrastruktur/prasarana dasar, analisa mengenai dampak lingkungan, dan kajian lainnya.
Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Kepgub Nomor 237 Tahun 2020 tentang izin reklamasi untuk perluasan daratan kawasan Taman Impian Jaya Ancol dan Dunia Fantasi. Total luas reklamasi ini yakni 155 hektare. Dengan rincian Ancol 120 hektare dan 35 hektare untuk Dufan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
